Polres Depok ‘Telantarkan’ Laporan Perkara Pelecehan Anak 

0
474

www.depoktren.com–Polres Depok terkesan ‘menelentarkan’ perkara dugaan pelecehan anak dibawah umur berinisial GWF, usia 6 tahun yang dilakukan oleh kakeknya sendiri inisial HA berumur 63 tahun, di Citayam pada malam tahun baru (1/1/2018) lalu. 

Perkara yang ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Depok ini telah dilaporkan oleh ibu korban berinisial SR pada 8 Januari 2018, namun hingga saat ini perkara belum juga ada titik terang, bahkan pelaku masih belum dilakukan penahanan. 

“Saya bertanya perlahan lahan ke anak saya dan baru bisa melaporkan setelah 3 hari kejadian ke polres kota Depok,” ungkap ibu korban SR, saat jumpa pers di Sekretariat PWI Kota Depok, senin (19/2/1018). 

SR menyatakan, setelah melaporkan lalu saya di BAP (berita acara pemeriksaan) dan disuruh visum di RS Kramat Jati, Jakarta pada 8 Januari 2018. Hasilnya baru selesai dua minggu kemudian. 

Laporan dengan nomor B/122/1/2018/Reskrim tersebut diterima oleh Bripka Alexander M Manalu dan Iptu Jajang Rahmat, namun hingga saat ini masih dalam penyidikan Polres Kota Depok. 

Kasus ini berawal ketika, korban bermain ke warung pelaku dan korban awalnya disuruh untuk menonton film porno hingga terjadi pelecehan terhadap korban yang bisa dibilang cucunya sendiri. 

Setelah itu, korban merasa kesakitan ketika hendak membuang air kecil akhirnya ibu korban yang curiga menanyakan ke korban, korbanpun mengakui. 

“katanya (pelaku) jangan bilang-bilang ke mamah, nanti mamah marah,” ujar SR menirukan kata-kata korban. 

Lambatnya penanganan kasus pelecehan seksual pada anak-anak dan tidak ditahannya pelaku menurut Kuasa Hukum, Sean Mattew SH menjadi dipertanyakan status Kota Depok yang mendapat penghargaan Kota Layak Anak. 

“Apakah penghargaan hanya sebuah penghargaan saja buat Kota Depok, sedangkan penanganan pelecehan anak prosesnya begitu lama,” Ucap Sean. 

Sean yang juga Ketua LBH Banteng Muda Indonesia (BMI) menambahkan rumah sakit yang dirujuk oleh Polres untuk visum saja berada jauh yakni di RS Kramat Jati, Jakarta, bukan RS yang disebelah Polres. 

“Kalau dirujuk ke RS sebelah Polres kan bisa lebih cepat penanganannya,” terangnya. (Mastete)

 474 total views

LEAVE A REPLY