Kuasa Hukum Korban First Travel Berharap Terdakwa Dikenakan Hukuman Maksimal

0
318

www.depoktren.com–Sidang perdana kasus perjalanan umroh murah digelar di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Senin (19/2/1018).

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersebut dipimpin langsung Ketua PN Depok, Soebandi SH dengan menghadirkan tiga terdakwa yakni Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, dan Direktur Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki

Tim Kuasa Hukum para calon jamaah umrah, korban penipuan perjalanan umrah murah First Travel berharap agar tiga terdakwa dihukum pidana maksimal. 

“Kami sebagi tim kuasa hukum berharap agar para terdakwa dikenakan hukuman pidana yang seberat-beratnya, kami berharap JPU berbuat maksimal dan majelis hakim dapat mendengar jeritan ribuan jamaah umroh dalam menegakkan keadilan,” ujar juru bicara Tim Kuasa Hukum Penyelamat Dana Umroh Kasus First Travel, Luthfi Yazid, SH.,LL.M dalam keterangan tertulis, Selasa (20/2/2018).

Menurut Luthfi, pihaknya juga berharap Kementerian Agama (Kemenag) tak dapat lepas tangan begitu saja. Bagaimana pun Kemenag adalah yang memiliki otoritas untuk mengeluarkan SK terhadap Perusahaan Penyelenggara Umroh dan Kemenag juga yang berhak memberikan perpanjangan ijin. 

“Selain itu setiap perusahaan penyelenggara umroh wajib menyimpan deposit ratusan juga di Kemenag. Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini Kemenag tak sepatutnya lepas tangan dan hanya mencabut ijin First Travel,” jelas Luthfi.

Diutarakan Luthfi, JPU pasti punya bukti kuat dengan mengenakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap ketiga terdakwa tersebut. “Kita berharap bahwa ketiga terdakwa tak hanya “pasang badan” namun juga mengembalikan dana para jamaah yang mereka kumpulkan secara susah payah untuk pergi ke tanah suci. Oleh sebab itu, kita berharap peradilan di Depok ini berjalan lancar, transparan dan melahirkan putusan yang seadil-adilnya bagi para calon tamu Allah SWT tersebut,” tutur Luthfi.

Dakwaan yang dibacakan JPU dalam persidangan terbuka untuk umum terhadap tiga terdakwa tersebut yakni para terdakwa telah cukup meyakinkan melakukan perbuatan melanggar hukum pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan serta dikenakan juga pasal 3 UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), UU No 8 Tahun 2010 dimana ancaman penjaranya maksimal adalah 20 tahun. (Aris)

 318 total views

LEAVE A REPLY