Trotoar Jalan Margonda Depok Nggak Nyaman, Banyak Parkir Liar dan PKL

0
597

www.depoktren.com–Para pejalan kaki di Jalan Margonda Depok yang menggunakan trotoar merasa tidak nyaman. Ada beberapa faktor ketidaknyamanan tersebut yakni banyaknya kendaraan, terutama motor yang parkir di trotoar, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berdagang di trotoar dan kondisi trotoar yang kecil serta rusak.

“Ngga nyaman deh. Trotoar sudah sempit, banyak lantai yang rusak dan diperparah dengan keberadaan PKL dan trotoar dijadikan tempat parkir,” ujar Alam, seorang pejalan kaki di Depok, Jumat (2/3/2018).

Trotoar di Jalan Margonda yang tak nyaman digunakan untuk pejalan kaki karena banyak PKL, banyak mobil dan motor yang parkir serta banyak lubang dan juga lantai keramiknya banyak yang rusak. Kesannya juga kumuh.

Berdasarkan pemantauan, kondisi trotoar terutama di Jalan Margonda memang kurang representatif dari segi lebar untuk digunakan bagi para pejalan kaki. Hal itu semakin diperparah lagi dengan kondisi yang rusak dan trotoar yang digunakan PKL dan banyak dijadikan tempat parkir kendaraan, terutama motor.

Keridaknyaman tersebut terlihat dengan kasat mata dengan bahagianya trotoar dijadikan tempat berjualan PKL dan parkir kendaraan mobil maupun motor yakni di depan Universitas Gunadarma, di depan Jalan stasiun Pondok Cina, di dekat Gramedia, dekat Depok Town Square (Detos), di Pertigaan Ramanda dan yang paling parah di trotoar dekat Mapolres Depok, di Terminal Margonda Depok, di depan Plaza Depok serta di dekat Kantor Wali Kota Depok trotoar digunakan untuk parkir kendaraan bus karena terdapat terminal bayangan Bus Antar Kota Sinar Jaya.

“Heran saya ada terminal bayangan di samping Kantor Wali Kota Depok. Keluar dan masuk bus sudah membuat macet dan juga sepertinya dibiarkan bus parkir di trotoar tanpa ada tindakan. Itu sudah berlangsung lama kok,” ungkap Alam.

Alam juga membeberkan keheranannya, saat pagi hari dibiarkan banyaknya motor parkir di trotoar samping Mapolres Depok yang persis berada di depan Kantor Wali Kota Depok. Motor yang parkir di trotoar tersebut merupakan milik warga yang hendak ada keperluan di Mapolres Depok dan keperluan di Bank BRI dan BTPN.

“Setiap pagi ratusan motor parkir disepanjang trotoar di samping Mapolres Depok. Keberadaan parkir liar tersebut juga sudah berlangsung ulama, tidak ada tindakan sama sekali,” tuturnya. 

Kepala Seksi Penertiban Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Depok, Otong Heryanto, mengatakan kerap melakukan tindakan dengan menempatkan petugas untuk melarang kendaraan parkir di trotoar dan bahu jalan. “Untuk urusan PKL kami berkoordinasi dengan Satpol PP melakukan penertiban. Kami juga menempatkan petugas di depan Terminal Depok untuk mencegah adanya PKL,” terang Otong.

Menurut Otong, memang kebanyakan trotoar di Depok belum ideal untuk digunakan dengan nyaman bagi para pejalan kaki. “Trotoar di Jalan Margonda itu lebarnya cuma tiga meter, seharusnya yang ideal itu lebarnya lima meter. Untuk hal itu dan kerusakan trotoar, kami sudah sampaikan ke pihak terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Depok,” pungkasnya. (Aris)

 597 total views

LEAVE A REPLY