Siti Zubaidah Dinilai Rakus, Laporkan Acep ke Polisi Terkait Sengketa Tanah

0
945

www.depoktren.com–Mantan anggota DPRD Depok, Siti Zubaidah melalui Kantor Hukum Andi Tatang Supriadi melaporkan seorang mantan anggota DPRD Kota Depok yang juga Ketua Partai Berkarya, TB Acep Saepudin ke Polresta Depok, Rabu (14/3/2018).

Acep dilaporkan karena diduga telah melakukan penipuan jual beli tanah terhadap sebidang tanah milik Siti seluas 2932 m2.

Kepada wartawan, kuasa hukum Siti yakni Andi Tatang, mengatakan, kejadian ini berawal dari terjadinya transaksi jual beli tanah yang dilakukan oleh Acep kepada Siti atas tanah di kawasan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Depok.
Namun setelah objek tersebut dibeli secara tunai, ternyata objek tanah tersebut tidak bisa diproses untuk akte jual beli.

Mengetahui tanah yang dijualnya bermasalah, Acep menggantikan objek tanah di lokasi yang lain yakni di wilayah Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan.

“Namun setelah objek tersebut diproses surat-suratnya dari mulai Akta Jual Beli sampai balik nama Sertifikat Hak Milik menjadi atas nama Siti oleh kilen kami (pembeli sekaligus korban), nahasnya saat sertifikat tersebut sudah jadi ada yang mengklaim bahwa objek tersebut adalah milik pihak lain,” jelas Tatang.

Tatang yang mengantongi Surat Kuasa Khusus No. 031/KH/SK-ATS/II//2018 tertanggal 15 Februari 2018, mengatakan jika hal ini sempat dinegosiasikan beberapa kali. Hingga akhirnya Acep dengan Siti membuat surat kesepakatan bahwa objek tanah tersebut akan diganti senilai Rp 3 miliar oleh Acep.

Lalu, pada 16 Februari 2018, pihaknya melakukan investigasi terhadap objek tanah atas nama Siti. Namun di atas objek tanah tersebut saat ini sudah ada bangunan yang sedang dikerjakan oleh para pegawai yang menurut pengakuannya adalah pekerja dari salah satu Yayasan yang ada di daerah Sawangan.

“Sehingga kami sebagai kuasa hukum dari klien kami melakukan teguran keras atau dua kali somasi kepada oknum mantan anggota dewan yang berinisial AS,” terang Tatang.

Tatang merasa somasi atau teguran yang dilayangkan diabaikan alias tidak ditanggapi. Sehingga pada Sabtu 10 Maret 2018, Acep dilaporkan ke Mapolres Depok dengan Surat Tanda Terima Lapor Nomor: STPLP/654/K/III/2018/Resta Depok tentang dugaan tindak pidana Penipuan.

Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan pada Kamis (15/3/2018), Acep bereaksi keras dituduh menipu karena proses jual beli tanah itu sudah sesuai dengan proses yang berlaku. “Ada akte jual beli dan sertifikat dari BPN Depok atas nama Siti. Jadi salah alamat. Mestinya yang dituntut itu, pihak yang saat ini menguasai tanah Siti,” bantah Acep.

Menurut Acep, pihaknya tak masalah dilaporkan ke polisi dan sebagai warga negara akan taat hukum. “Saya curiga Siti justru rakus ingin mendapatkan uang Rp 3 Miliar dari kesepakatan yang tak pernah terjadi,” tegasnya.

Acep menceritakan kronologisnya, memang Siti membeli tanah sekitar 2.932 m2 yang sudah sesuai aturan dengan obyek tanahnya ada dan ada penerbitan akte jual beli serta sertifikat yang diterbitkan BPN Kota Depok.

“Dari awal hingga penerbitan akte jual beli kami rasa tidak masalah. Enggak ada sertifikat ganda atau overlap. Jika ada, maka surat akte jual beli itu tidak bisa diterbitkan oleh BPN Depok,” tegasnya lagi.

Bahkan, Acep mendapat kabar kalau Siti sudah mendapat sejumlah uang penganti dari orang yang saat ini mengusai lahannya. “Lucu laporannya baru sekarang padahal surat kesepakatan yang tertera angka Rp 3 Miliar terjadi pada 2014 dan itupun tak pernah terlaksana. Kayaknya mau peras saya dia. Pengen dapat uang kanan kiri, mau menang banyak. Orang lain yang menguasai tanahnya, saya yang dilaporkan. Saya akan hadapi. Maklum ini tahun politik, banyak orang ingin menjatuhkan saya karena saya sekarang ketua partai,” pungkas Acep.

Sejumlah awak media kemudian mendatangi obyek tanah yang disengketakan. Tampak di obyek tanah tersebut berdiri kerangka bangunan berupa masjid. Suasana sepi tak ada aktivitas pembagunan lanjutan dan hanya ada beberapa orang pekerja. “Ini milik sebuah yayasan, akan dibangun masjid. Saya juga dengar Ibu Siti sudah menerima uang dari orang yang menguasai tanah ini yakni Pak Wijaya,” kata seorang penunggu tanah.

Saat di konfirmasi kebenaran tersebut melalui telepon, Siti tak berkomentar banyak dan menyerahkan sepenuhnya ke pengacaranya. “Ya benar, pengacara saya laporkan Pak Acep ke polisi,” tandas Siti. (Papi Ipul/Aris)

 945 total views

LEAVE A REPLY