Bank Indonesia Dorong Perbankan Gunakan Sistem Chip Pada Kartu Debet dan Kredit

0
365

www.depoktren.com–Polda Metro Jaya dan Bank Indonesia (BI) dorong pihak perbankan menambah sistem keamanan magnet pada kartu kredit dan debit nasabahnya dengan sistem keamanan chip.

Hal itu untuk mencegah terjadinya kebocoran data atau menjadi korban skimming.

“Sudah ada kartu ATM, yang keamanannya menggunakan chip ada juga yang masih menggunakan sistem magnet yang ada garis hitamnya. Bank Indonesia harus mendorong seluruh ATM menggunakan atau mengganti dengan chip,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, Sabtu (17/3/2018).

Dalam kesempatan sama, Eva Pangabean selaku Direktur Eksekutif Kebijakan dan Pengawasan sistem pembayaran BI juga mengatakan hal senada.

Menurutnya, BI selaku otoritas di bidang sistem pembayaran selalu memberi kebijakan regulasi dan mendorong perbankan melalui ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan untuk memberikan pengamanan baik di penggunaan transaksi menggunakan kartu kredit maupun kartu debit.

“Makanya nanti teman-teman bisa melihat bahwa sekarang di kartu kartu ATM atau debit sudah menggunakan chip untuk keamanannya,.Jadi dengan teknologi chip itu memang akan sulit dilakukan pemalsuan terhadap data yang ada,” jelasnya.

Selain itu, BI juga selalu mendatangi perbankan untuk terus memastikan sistem deteksi dalam perbankan sudah berkerja dengan maksimal untuk menangkal kegiatan yang merugikan nasabahnya.

“Bank Indonesia tidak bisa jalan sendiri melindungi nasabah, tapi harus ada kerjasama yang baik dari perbankan di mana pihak perbankan adalah selaku penyedia jasa nya, sistem pembayaran, termasuk peralatan yang dipakai,” terang Eva.

Dia tidak menampik bahwa modus kejahatan setiap waktu selalu berkembang dengan menggunakan segala cara untuk menguras data nasabah bank. Untuk itu, pihak perbankan juga harus selalu berinovasi menciptakan keamanan terbaik bagi nasabah.

Disamping perbankan menciptakan alat kemanan yang canggih diperlukan juga peran dari masyarakat saat menggunakan kartu debit maupun kredit. Dihimbau, saat akan menggunakan kartu ATM untuk memilih dilokasi yang ada satpam, tidak jauh dari keramaian, dan menutup dengan tangan saat memencet PIN.

“Kami sudah koordinasi dengan seluruh perbankan meminta mereka untuk melakukan edukasi lebih gencar lagi kepada masyarakat bagaimana menggunakan ATM dengan kartu debit terutama apabila ada oknum-oknum tertentu yang menghubungi para nasabah tapi dengan meminta data pribadi itu hal yang tidak pernah melakukan oleh bank. Kemudian kalau ada OTP (One Time Password) dan tidak melakukan transaksi tolong diabaikan itu yang paling penting,” tuturnya.

Meski belum bisa merinci jumlah kerugian dari sindikat kejahatan skimming yang ditangkap Subdit Resmob Polda Metro Jaya, namun Eva pastikan seluruh korban akan mendapatkan ganti rugi.

“Kalau memang terkena korban skiming itu pasti diganti oleh pihak perbankan. Disampaikan juga ada beberapa pers rilis yang sudah menyatakan bank-bank itu sudah memberikan penggantian kepada para korban yang diyakini benar terkena skimming,” tegas Eva.

Seperti diketahui, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap lima pelaku di Tangerang dan Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (10/3/2018). Para pelaku yakni, Caitanovici Andrean Stepan (28), Raul Kalai alias Lucian Meagu (28), Ionel Robert Lupu (28) ketiganya adalah Warga Negara Rumania, kemudian Ference Hugyec (27) Warga Negara Hungaria, dan Milah Karmilah (30) seorang wanita Warga Negara Indonesia. (Mastete)

 365 total views

LEAVE A REPLY