Alasan Klasik, Air PDAM Depok Keruh yang Dituding Banjir di Bogor

0
427

www.depoktren.com– Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok dikecam karena pelayanan kerap tidak maksimal lalu selalu mencari alasan yang selalu sama.

Alasan klasik kerap terlontar tak kala aliran air yang keruh dan tak mengalir yakni selalu menuding pompa air baku terendam lumpur akibat meluapnya Kali Ciliwung karena hujan dan banjir yang melanda Bogor.

Kali ini, aliran air keruh dan sebagian air mengalir juga yang dituding hujan lebat yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya pada Sabtu (7/4/2018) siang hingga Minggu (8/4/2108).

Hujan dan banjir di Bogor menyebabkan Kali Ciliwung meluap membawa material lumpur dan sampah yang menyebabkan instalasi pengolahan air (IPA) dan pompa bahan baku air PDAM terendam lumpur dan rusak.

“Ah, itu mah alasannya klasik, dari dulu juga alasannya sama. Masa setiap hujan dan banjir lalu Kali Ciliwung meluap selalu instalasinya rusak. Emang ngga ada upaya antisipasinya?. Giliran tagih iuran cepat, kalau telat bayar langsung diputus. Kinerja PDAM Depok parah,” ujar warga Beji, Syaiful kesal.

Warga lainnya, Maulana juga kesal dan kali ini tak memaafkan PDAM Depok karena sejak Sabtu (7/4/2018) aliran airnya keruh dan Minggu (8/4/2018) air sama sekali tak mengalir.

“Seharian ini sudah ngga mandi. Pokoknya ngga mau tahu alasannya apa, besok kan hari kerja, air harus sudah mengalir normal,” tegas warga Cilodong ini.

Manager Pemasaran PDAM Tirta Asasta Imas Dyah Pitaloka mengakui adanya kerusakan bak pompa air baku Instalasi Pengolahan Air (IPA) Legong Mekarjaya dan di IPA Citayam yang disebabkan meluapnya air Kali Ciliwung akibat hujan yang megguyur wilayah Bogor menyebabkan material lumpur, ranting dan sampah kembali menutupi bak pompa air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Legong kelurahan Mekarjaya.

Efeknya, IPA Legong pun tidak dapat berproduksi mengingat kekeruhan air yang sangat tinggi diatas 3.000 NTUs (Nephelometric Turbidity Unit), sehingga pengaliran air kepada 45.000 pelanggan PDAM Tirta Asasta kota Depok di wilayah Sukmajaya, Cilodong, Tapos, dan Cimanggis dihentikan.

“Diukur dari tingkat kekeruhan dengan Nephelometer, angkanya menembus 3000 NTUs, sementara untuk memproduksi air angka kekeruhan maksimal antara 600-1.000 NTUs, maka sejak Minggu (8/4/2018) pukul 02:30 semalam, IPA Legong tidak berproduksi,” terang Imas.

Menurut Imas, kondisi ganguan yang sama juga terjadi untuk IPA Citayam sehingga lebih dari 15.000 pelanggan di kecamatan Pancoran Mas, Beji, Cipayung dan Sawangan tidak mendapat pasokan air bersih.

Saat ini petugas PDAM Tirta Asasta masih terus melakukan pembersihan ranting dan sampah terutama endapan lumpur yang memenuhi bak pompa air baku di kedua IPA andalan milik PDAM Tirta Asasta kota Depok ini.

“Namun kami belum bisa memperkirakan kapan pengaliran air bisa kembali normal. Hal tersebut masih menunggu penurunan debit air dan penurunan tingkat kekeruhan air di bawah 1000 NTUs,” ujar dia.

Sambil menunggu IPA Legong dan IPA Citayem berproduksi kembali, PDAM Tirta Asasta kota Depok akan mensuplai air kepada pelanggan melalui 3 mobil tanki. “Namun karena keterbatasan armada tidak semua pelanggan mendapatkan pelayanan dengan mobil tanki ini. Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidak nyamanan ini,” tandas Imas. (Aris/Herry)

 426 total views

LEAVE A REPLY