Diduga Terkait Kasus Korupsi, Usai Diperiksa Polisi, Nur Mahmudi ‘Ngacir’ Hindari Wartawan yang Dikenalnya

0
856

www.depoktren.com–Usai diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk pelebaran Jalan Nangka, Cilangkap, Depok oleh tim penyidik Unit Kriminal Khusus (Krimsus) Polres Depok, Mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail ‘ngacir’ hindari ‘gempuran’ pertanyaan wartawan yang menunggu cukup lama di pintu keluar ruang Reskrim Polres Depok, Kamis (19/4/2018).

“Apa kabar pak Nur?,” tanya serempak sejumlah wartawan sebagai pembuka alias basa-basi.

“Alhamdulillah baik, saya sehat,” jawab Nur Mahmudi.

“Pak Nur diperiksa dalam kasus apa?,” tanya seorang wartawan.

“Pak Nur diperiksa kasus Jalan Nangka ya?” timpal wartawan lainnya.

Tampak Nur Mahmudi dengan raut wajah yang tegang dan kikuk bertemu wartawan yang cukup dikenalnya.

Lalu, Nur Mahmudi berusaha dengan cepat menerobos kerumunan wartawan menuju mobil Toyota Kijang Inova warna hitam bernomor polisi B 7359 UB. “Sudah ya, cukup-cukup,” jawab Nur Mahmudi yang langsung menaiki kendaraannya yang di sopiri ajudannya, Tafi dan langsung tancap gas.

Nur Mahmudi datang ke Mapolres Depok didampingi ajudannya, Tafi dan menjalani pemeriksaan sebagai saksi dengan 30 pertanyaan yang disampaikan penyidik Krimsus Polres Depok selama sembilan jam, mulia pukul 09.00 hingga pukul 17.00 WIB pada Kamis (19/4/2018).

“Iya, Nur Mahmudi diperiksa,” kata Kasat Reskrim Polres Depok, Kompol Putu Kholis Aryana.

Berdasarkan informasi yang diperoleh depoktren, mantan Wali Kota Depok dua periode (2005-2010 dan 2010-2015) itu diperiksa aparat kepolisian Krimsus Polres Depok sebagai saksi untuk penyelidikan 
kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan lahan untuk pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Depok pada 2015 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 10 miliar.

Namun, proyek pelebaran jalan Dinas PUPR Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tersebut tak pernah ada. Dalam temuan, rencana proyek tersebut melebarkan Jalan Nangka dari 5 meter menjadi 14 meter. “Kami sudah memeriksa 70 saksi. Ada dugaan proyek itu fiktif. Kami belum menetapkan satupun tersangka,” tegas Putu. (Aris/Wahyu)

 856 total views

LEAVE A REPLY