Polda Metro Gagalkan Penyelundupan 142,8 Kg Ganja dari Aceh

0
353

www.depoktren.com–Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan 142,8 kilogram ganja dari Aceh ke Jakarta.

Untuk mengelabui petugas, tersangka menyembunyikan barang haram tersebut di bawah kolong kendaraan jenis truk. Jaringan ini dikendalikan oleh narapidana.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan pengungkapan ini berdasarkan hasil pengembangan penangkapan 28 Agustus 2017.

Dua tersangka SD bin SJ dan HBS ditangkap namun HBS telah meninggal dunia.

“Mereka ditangkap di Rest Area Tol Merak – Jakarta KM 14, Karang Tengah, Kota Tangerang dengan barang bukti 225 kilogram narkotika jenis ganja,” kata Kabid Humas Kombes Pol Argo Selasa (24/4/2018).

Kemudian kembali dikembangkan dan menangkap empat tersangka, SS alias AG, SR alias RZ, GSW alias GR, dan YL alias JL yang juga meninggal dunia. Mereka ditangkap di Rest Area KM. 43 Tol Merak-Jakarta Kabupaten Tangerang, Banten, Jawa Barat, 13 Oktober 2017.

Dari tangan pelaku diamankan barang bukti 355 bungkus narkotika jenis ganja seberat 386 kilogram yang disimpan di dinding depan bak truk yang sudah dimodifikasi.

“Pada awal bulan April 2018, diperoleh informasi bahwa jaringan ini akan mengirim ganja dari Aceh ke Jakarta dengan menggunakan truk,” kata Kombes Pol Argo.

Pada 9 April 2018 tim gabungan Satgas Bareskrim Polri dan anggota Ditres Narkoba Polda Metro Jaya menuju ke Sumatera Utara mengamankan sebuah truk pengangkut 142,8 kilogram ganja berikut sopir berinisial HT alias HR. Pelaku mengaku ganja dari ZL alias IBR di daerah Indrapuri, Banda Aceh.

“Ternyata tersangka ZL dan sudah ditangkap oleh Kejaksaan Negeri Lampung berkaitan hasil sidang kasasi perkara narkotika jenis ganja sebelumnya,” ungkap Kombes Pol Argo.

Petugas kemudian memburu penerima ganja pada Kamis (19/4/2018) dan menangkap NSN alias PC, JV alias YF, FS alias MBI dan tersangka DN alias OT di depan kantor Samsat Karawang Jalan Tuparev, Karawang, Jawa Barat. Kepada petugas, pelaku mengaku dikendalikan oleh seorang narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakat (LP) Cipinang, Jakarta Timur.

“Masalah bagaimana tersangka mengendalikan dari dalam lapas masih kami dalami,” ucap Kombes Pol Argo.

Para tersangka di kenakan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 115 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) lebih subsider Pasal 111 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Mastete)

 353 total views

LEAVE A REPLY