Luar Biasa, ‘Intervensi Penguasa’, Kembali Terjadi, Kali Ini Korbannya Askot PSSI Depok

0
749

www.depoktren.com–Luar biasa, organisasi di Depok selalu ‘Diobok-obok penguasa’.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris dituding kerap melakukan ‘intervensi’ untuk memuaskan ‘nafsu kekuasaannya’ menguasai sejumlah organisasi-organisasi mitra Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, diantaranya Dewan Kesenian, PMI, Korpri, Baznas, KNPI, KONI, Kadin, dan Askot PSSI.

Organisasi-organisasi tersebut diduga kepengurusannya ‘diharuskan’ orang-orang yang direstui Wali Kota Depok, kalau bukan maka yang terjadi dualisme organisasi atau ada organisasi tandingan bahkan organisasi tersebut ‘dibiarkan’ konflik.

Nah, kali ini yang jadi ‘korbannya’ Asosiasi Kota Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Kota Depok.

Lantaran kepentingan penguasa tidak terakomodasi akibatnya Kongres Askot PSSI Kota Depok batal dilaksanakan. Padahal, kongres sedianya akan berlangsung pada 28 April 2018.

Pembatalan itu dipicu adanya perselisihan kepentingan antara Askot PSSI Depok dengan  Asprov PSSI Jawa Barat. Kisruh kepentingan itu disebut-sebut terkait pengguguran  nama salah satu bakal calon ketua yang masih berstatus masalah hukuman disiplin dari PSSI Pusat.

Komisi Pemilihan Askot PSSI Depok, Jaya dan Komisi Banding Askot PSSI Depok, Syafril Arsyad mengatakan, pembatalan kongres Askot PSSI Depok yang sedianya dilaksanakan 28 April karena adanya surat permohonan dari Asprov PSSI Jawa Barat meminta agar Kongres Askot PSSI Depok diundur, juga dipicu terjadinya perselisihan kepentingan akibat intervensi Asprov PSSI Jabar yang terindikasi memaksakan kehendaknya mentelorir seorang balon ketua bermasalah.

“Kami melihat adanya upaya penghancuran kembali terhadap Askot Depok, dengan mencampur-aduk kepentingan olahraga dengan kepentingan politik penguasa, padahal persiapan kongres sudah 85%,” ujar Syafril, Kamis (26/4/2018).

Kedua pengurus Askot PSSI Depok menyesalkan, sikap inkonsisten pengurus Asprov PSSI Jabar terhadap komitmen sebagaimana yang telah dicetuskan didalam kongres luar biasa (KLB) September tahun lalu.

Terkait adanya mosi tidak percaya terhadap Askot PSSI Kota Depok, Jaya dan Syafril menyesalkan, tindakan sepihak dari Asprov PSSI Jabar, tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dan mengonfirmasi ke Askot Depok.

“Kalo memang ada mosi tidak percaya kenapa surat pernyataan mosi tidak percaya disampaikan langsung Askot PSSI Jabar, bukan ke Askot PSSI Depok yang mempunyai kepentingan, tau ga berorganisasi,” jelas Syafril.

Bahkan lebih membingungkan, menurut Syafril, Asprov PSSI Jabar tidak bersedia menunjukkan surat pernyataan mosi tidak percaya dan identitas pembuat mosi tidak percaya tersebut.

“Lucu, Asprov bilang ada mosi tidak percaya, tapi ga mau kasih lihat bukti suratnya. Menurut kami, kemungkinan semua hanya rekayasa Asprov untuk menggagalkan kongres Askot PSSI Depok,” pungkasnya. (Herry)

 749 total views

LEAVE A REPLY