Pose ‘Kegirangan’ Wartawan, Kehadiran Pradi dan Senyuman Nur Mahmudi

0
338

www.depoktren.com–Ada yang cukup mengelitik dengan pose para wartawan saat ber selfie ria dengan mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail (NMI) yang dimuat di Harian Sederhana, halaman 7 edisi Senin 17 Juni 2019 berjudul NMI Berikan Selamat ke IBH.

Foto selfie tersebut sepertinya menggambarkan ‘kegirangan’ para wartawan yang sudah lama tak bertemu, dan disambut senyuman Nur Mahmudi usai acara halal bi halal di kediaman calon legislatif (Caleg) Propinsi Jawa Barat (Jabar) terpilih yakni Imam Budi Hartono (IBH) di bilangan GDC, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Minggu (16/6/2019).

Acara halal bi halal tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, Camat Sukmajaya, Tito Ahmad Riyadi dan Lurah Tirta Jaya, M Imron. Nur Mahmudi hadir bersama istri yang juga Caleg DPR RI terpilih, Nur Azizah Tamhid.

Pose para wartawan dan kehadiran para pejabat tersebut mendapat kritikan dan kecaman masyarakat, LSM dan para wartawan. Pasalnya, status Nur Mahmudi masih tersangka dalam kasus dugaan korupsi Jalan Nangka yang saat sedang dalam proses pemeriksaan pihak Polres Depok dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok.

“Sangat nggak etis. Ini yang di sayangkan, seharusnya temen-teman wartawan nggak perlu selfie dengan Nur Mahmudi karena statusnya masih tersangka kasus korupsi,” kata wartawan senior yang juga mantan Ketua PWI Depok, Hendri Arifianto, Senin (17/6/2019).

Pose tersebut sepertinya ‘ngeledek’ pihak penegak hukum karena hingga saat ini, Nur Mahmudi masih bebas berkeliaran sejak ditetapkan tersangka pada 20 Agustus 2018.

“Pose tersebut tidak baik dilihat masyarakat. Wartawan itu bertugas harus profesional, tidak partisan. Pecicilan banget, foto-foto sama pejabat atau artis lalu di publis, itu aja sudah nggak pantes, apalagi foto bareng tersangka korupsi. Saya harap teman-teman wartawan jaga etika dalam bertugas,” tutur Hendri.

Hal yang sama juga diutarakan wartawan senior, Jaya Kamarullah yang merasa foto selfie tersebut kurang elok dipandang mata. “Wartawan dalam bertugas harus memposisikan diri dengan mengedepankan fungsi kontrol sosial, jangan justru kejebak emosi partisan. Mestinya Nur Mahmudi di wawancarai terkait kasus perkembangan karupsinya bukan justru asyik ber selfie ria,” jelas mantan wartawan Harian Monde.

Ketua Depok Media Center (DMC), Maulana Said juga menyayangkan munculnya foto selfie tersebut. “Sangat disayangakan, para wartawan asyik berselfie, tapi tidak ada sama sekali berita kelanjutan tersangka Nur Mahmudi. Jadi terkesan pose tersebut mengaburkan masalah status tersangka Nur Mahmudi. Apakah Nur Mahmudi sudah tidak lagi berstatus tersangka?. Foto tersebut juga terkesan ingin menggiring opini. Nah, pasti banyak masyarakat mempertayakan itu. Kalau masih berstatus tersangka, apa kata masyarakat, malu kita, kok wartawan ketawa-ketiwi dengan tersangka koruptor,” tegasnya.

Maulana juga menyayangkan kehadiran Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, Camat Sukmajaya, Tito Ahmad Riyadi dan Lurah Tirta Jaya, M Imron diacara tersebut.

“Mestinya juga Pradi, camat dan lurah jangan hadir diacara tersebut, mengingat Nur Mahmudi masih berstatus tersangka. Nggak etis juga sebagai pejabat ketemu dengan tersangka. Jelas acara tersebut seperti ‘Jebakan Batman’ buat Pradi. Anehnya camat dan lurah tak memberi informasi kalau ada Nur Mahmudi. Pradi harus tegur dan beri sanksi ke camat dan lurah tersebut,” tuturnya.

Wartawan senior, Feru Lantara yang ada di foto selfie tersebut, tidak tahu menahu kalau ternyata dimuat di Harian Sederhana. “Saya tidak tahu, jadi malu. Mestinya nggak perlu dipanjang di koran. Ya, ini jadi pembelajaran wartawan untuk tetap menjaga profesionalisme dalam bertugas,” terangnya.

Ketua LSM Komite Aksi Pemberantasan Organ Korupsi (Kapok) Kota Depok, Kasno mempermasalahkan status tersangka Nur Mahmudi yang belum ada kepastian. Sudah hampir setahun status tersangka Nur Mahmudi, hingga saat belum ada tanda-tanda prosesnya berlanjut. “Sangat tidak etis seorang tersangka korupsi masih bebas berkeliaran ditengah-tengah masyarakat. Kami mendesak kasus korupsi Nur Mahmudi segera diproses dan Nur Mahmudi ditahan,” harapnya.

Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengklarifikasi kehadirannya dan menegaskan kalau dirinya tidak bertemu dengan Nur Mahmudi di acara tersebut. “Nggak ketemu tuh. Saya diundang secara resmi sebagai wakil wali kota. Saya nggak tahu kalau di acara tersebut ada Nur Mahmudi. Informasinya saya datang, dia pulang,” tegas dia.

Pihak redaksi Harian Sederhana saat dikonfirmasi terkait foto selfie tersebut belum bersedia menjawab.

Kasie Intel Kejaksaan Negeri Kota Depok, Kosasi mengungkapkan, bahwa status terakhir Nur Mahmudi masih tersangka dan saat ini berkasnya masih diproses lagi di Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Depok. “Beberapa kali berkas yang diajukan Polres Depok belum lengkap dan sudah kami kembalikan lagi. Jadi silahkan lebih jauh tanya ke Polres Depok mengenai kelanjutan kasusnya dan statusnya,” pungkasnya. (Papi Ipul/Rus)

338 total views, 3 views today

LEAVE A REPLY