Kesadaran Warga Rendah, Satgas PUPR Terjunkan 16 Petugas ke Kali Pelayangan

0
61

www.depoktren.com – Satgas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok langsung bergerak cepat. Sebanyak 16 orang diterjunkan untuk membersihkan sampah yang melintas di kali Pelayangan, Kampung Utan, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok.

“Kami bekerja sejak Sabtu (10/8) kemarin. Sampahnya memang menumpuk dan sudah terangkut sebanyak 8 truk ke TPA Cipayung. Targetnya sampai sebersih-bersihnya,” kata Nurfauzy, kepala regu Satgas PUPR Kota Depok, Rabu (14/8).

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Pondok Jaya, Abdul Karim juga turun tangan. Dia mengaku masalah sampah menjadi priotirasnya. Dirinya tak menyangkal banyak warga yang mengeluhkan pembuangan sampah sembarangan.

“Sampah di kali Pelayangan ini menyangkut daerah perbatasan antara Depok dan Kabupaten Bogor. Kami akan koordinasi dengan Lurah Pondok Jaya dan Kepala Desa Rawa Panjang yang masuk wilayah Bogor, Kamis (15/8). Kami akan menawarkan pemasangan jaring sampah di perbatasan, sehingga hanya air yang melintas di kali wilayah Depok. Mudah-mudahan ini bisa memecahkan masalah,” kata Abdul Karim.

Dia mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah seenaknya. Karena dikhawatir di musim hujan bisa mengakibatkan banjir.

Tumpukan sampah di kali Pelayangan, Kampung Utan, melintas dari bataran RT 002-RT 004/RW 008 hingga ke Perumahan Permata Depok RW 007. Warga mengeluhkan dengan tumpukan sampah yang menutupi aliran kali. Terlihat air menjadi keruh dan bau menyengat. Mayoritas sampah yang ada di Kali Pelayangan tersebut yaitu plastik. Hal itu mengakibatkan air tidak mengalir dengan lancar.

Menurut Hanifan, salah seorang warga dari RT 002/RW 08, dirinya sudah bosan mengingatkan warga agar jangan membuang sampah sembarang. Dia mengatakan masih banyak warga yang buang sampah di kali.

“Kesadaran membuang sampahnya sangat rendah. Sekarang tumpukan sampah itu jadi sarang nyamuk. Kalau airnya tidak mengalir makan akan menguap dan baunya menyengat,” ujar Hanifan.

Hal senada diungkapkan Sumiran yang juga warga setempat. Menurutnya kali Pelayangan saat ini makin dangkal dan airnya hitam. Sebenarnya setiap minggu ada petugas yang keliling ke rumah warga untuk mengambil sampah. Setiap warga dipungut biaya sebesar Rp 25.000 per bulan. Tapi, cuma beberapa orang saja yang mau. Masih banyak yang membuang sampah di kali.

“Saya mau mengingatkan takut dibilang cerewet. Ya, RT setempat juga sudah sering imbau, tapi ada saja warga yang tidak tetap buang ke kali,” tuturnya.

Mantan Ketua RT 004/RW 08 Husin mengatakan tumpukan sampah di kali Pelayangan bukan dari pembuangan warganya. Tapi berasal dari orang luar yang melintas dengan sepeda motor. “Merek sengaja membuangnya di pagi- hari sekitar pukul 03.00. Kami cuma bisa meneriaki, kemudian mereka kabur. Tapi tetap saja beberapa hari kemudian diulangi lagi,” tutur Husin.

Tapi, warga Permata Depok Sektor Mutiara mengaku kebagian baunya. Hery Wahyu mengaku tak berani buka pintu rumahnya berlama-lama karena bau busuk sampah tersebut. Bahkan di malam hari nyamuknya sangat banyak.*suryansyah

60 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY