Pondasi Terbelah, Jembatan Permata Depok Miring, Bahayakan Keselamatan Warga

0
1559

www.depoktren.com – Rangka besi-besi yang terbentang itu sudah berkarat. Sloff pondasinya juga banyak yang tebelah. Tanah di atas jembatan itu pun sudah miring sekitar 30 derajat.

Kondisi jembatan di Permata Depok, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok itu, semakin memprihatinkan. Warga khawatir dengan miringnya jembatan yang menjadi pintu masuk area perumahan dapat membahayakan jiwa.

Jembatan tersebut satu-satunya gerbang masuk ke perumahan dan juga pemukiman warga sekitarnya. Jadi memang merupakan akses utama, bahkan jalan utama menuju kantor Kelurahan Pondok Jaya.

Guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan warga setempat memantek bambu sepanjang jembatan sekitar satu meter melebar ke jalan. Serta diberi pas tanaman supaya warga tidak bersandar atau pedagang berjualan di area tersebut.

“Banyak sloff pondasinya yang sudah terbelah, ini sangat berbahaya. Kalau dibiarkan bisa tambah parah,” kata Nurfauzy, kepala regu Satgas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Rabu (14/8), saat membersihkan tumpkan sampah di Pelayangan, Kampung Utan, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok.

Menurut Ketua RW 007 Bambang Sancoko, kondisi jembatan tersebut sudah lama memprihatinkan. Bahkan selama tiga kepengurusan RW sebelumnya dan telah melaporkan kondisinya ke pemerintah daerah Kota Depok. Tapi, sejauh ini belum ada rencana perbaikan, meski dua tahun lalu sempat ditinjau oleh dinas PUPR Depok.

Dia berharap, pemerintah Kota Depok segera memperbaiki jembatan tersebut agar tidak membahayakan warga. “Akses ini merupakan pintu utama ke pemukiman. Jadi jangan sampai ambruk dulu baru ditangani,” ujar Bambang Sancoko.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Pondok Jaya, Abdul Karim, juga prihatin melihat kondisi jembatan tersebut. Dia pun mengaku sudah pernah mengusulkan ke PUPR era Manto Jorghi, tapi belum ada kelanjutannya.

“Jembatan ini tidak bisa masuk Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) keluruhan, karena dananya tidak cukup. Dana APBD yang mengucur ke kelurahan hanya Rp 2 miliar untuk pembangunan di 7 wilayah Rukun Warga (RW),” kata Abdul Karim.*Suryansyah

1,559 total views, 4 views today

LEAVE A REPLY