Aneh, Pembangunan JPO di Demo, Evenciio Bantah Langgar GSJ

0
147

www.depoktren.com–Aneh, pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di demo. Sekelompok orang mengatasnamakan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Peduli Bangsa (GMPB) menggelar aksi demo di depan apartemen Evenciio, Jalan Margonda, Kota Depok, Kamis (15/8/2019).

Pembangunan JPO sangat dibutuhkan masyarakat dan mahasiswa untuk menyeberang jalan. Bahkan BEM UI pernah melakukan aksi demo ke Pemkot Depok menuntut pembangunan sejumlah JPO di Jalan Margonda. Sudah cukup banyak korban kecelakaan penyeberang jalan.

“Berdasarkan izin, kita wajib bangun JPO, dan memang ada permintaan juga dari masyarakat dan BEM UI agar JPO di Depok ditambah. Sehingga pak Wali Kota meminta kita mempercepat pembangunan JPO untuk memfasilitasi masyarakat nyaman menyeberang jalan,” ujar Humas Evencio Ni Made Krishin Na Gara saat memberikan keterangan pers ke sejumlah wartawan.

Menurut Krishin, pembangunan JPO tersebut juga merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) dan lahannya sudah diserah terimakan ke Pemkot Depok. “Jadi di Amdal Lalin dan side plan memang sudah ada JPO itu dan lahan sudah serah terima jadi lahannya lahan Pemkot,” terangnya.

Namun dalam pembangunan JPO diakuinya tidak mengganggu hak pejalan kaki. “Pembangunan JPO memang di pedestrian pejalan kaki tapi dan memakan space trotoar, tapi di lapangan kami lihat tetap ada space kok untuk pejalan kaki. Syarat untuk pembangunan juga harus ditutup seng,” jelas Krishin.

Terkait tudingan Apartemen Evenciio melanggar Garis Sempadan Jalan (GSJ), menurutnya sudah sesuai dengan ketentuan yakni 10 meter dan pihaknya siap mengukur kembali bilamana dibutuhkan. “Kami sudah jelaskan kepada kawan-kawan mahasiswa. Kami sedia dilakukan pengecekan. Dan mareka bagus dengan datang langsung kepada kami dan dapat menjelaskan bantahan kami ini. Ini kan karena gedung besar dan tinggi, sehingga 20 meter pun dari tepi jalan terlihat sempit,” terang Krishin.

Pihaknya, lanjut Krishin, juga sudah menggunakan air dari PDAM bahkan sudah investasi saluran PDAM dan tidak menggunakan air tanah. “Di Margonda tidak ada saluran yang mencukupi dan membutuhkan pipa lebih besar sehingga kita invesatasi itu. Kita tidak menggunakan air tanah, kita sudah kerja sama dengan PDAM untuk pembuatan saluran tersebut,” tegasnya.

Krishin juga sebutkan Evencio adalah apartemen berpredikat green building. Predikat ini diberikan oleh International Finance Corporation (IFC) dan Green Building Council Indonesia (GBCI).

Salah satu peserta aksi, Hanafi Moni mengatakan, massa yang berasal dari lintas Universitas ini melihat pembangunan JPO mengganggu hak pejalan kaki karena berada di atas trotoar. “Misalnya pada saat itu ada seng atau atap yang ditaruh di trotoar, itu kan merampas hak pejalan kaki,” terangnya.

Hanafi menilai, GSJ proyek pembangunan apartemen ini tidak sesuai ketentuan yakni 10 meter dari badan jalan. Ia mengungkapkan pihaknya akan melakukan diskusi kajian bersama untuk melihat pemetaan pembangunan yang sebenarnya sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda).

Seorang warga masyarakat, Ubay mengatakan, sangat senang jika ada banyak JPO di Jalan Margonda sehingga tak perlu lagi takut menyeberang jalan. “Sering sekali kecelakaan penyeberang jalan di Jalan Margonda, jadi warga memang membutuhkan JPO. Idealnya itu ada 9 JPO di Jalan Margonda. Jadi saya yakin masyarakat dan mahasiswa pasti mendukung adanya pembangunan JPO. Aneh, kalau ada mahasiswa menolak adanya pembangunan JPO,” pungkasnya. (Papi Ipul)

147 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY