Rusia Serukan Dialog dengan AS untuk Bahas Masalah Rudal

0
21

www.depoktren.com–Pemerintah Rusia mengatakan masih siap menjalin dialog dengan Amerika Serikat (AS) untuk membahas tentang rudal jarak menengah dan pendek. Hal itu diungkapkan setelah kedua negara sama-sama keluar dari perjanjian Intermediate-range Nuclear Forces (INF).

“Kami menjaga pintu (dialog) tetap terbuka. Selama AS tidak menyebarkan sistem (rudal) seperti itu ke Eropa, kami tidak akan melakukan hal yang sama, dan selama tidak ada rudal AS di Asia, tidak akan ada rudal kami di kawasan,” kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS pada Minggu (18/8/2019),

Menurut dia, Rusia telah berulang kali menyerukan dialog untuk membahas masalah tersebut. “Antara Februari dan 2 Agustus, kami terus membuka pintu (dialog),” ujar Shoigu.

Awal bulan ini, Rusia telah menyerukan AS bergabung dengan insiatif untuk mendeklarasikan moratorium penempatan rudal jarak pendek dan menengah. “Kami sekali lagi menyerukan Washington dan sekutunya untuk menunjukkan sikap bertanggung jawab serta bergabung dengan moratorium, yang akan meningkatkan prediksi dalam urusan militer dan politik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

Rusia menilai, tindakan tersebut diperlukan untuk menjamin keamanan global. “Langkah seperti itu akan menunjukkan kepada seluruh komunitas internasional bahwa keamanan global berarti bagi mereka, seperti halnya bagi Rusia,” ujar Zakharova.

AS memang berencana menempatkan rudal jarak menengah di Asia. Hal itu diumumkan setelah AS resmi hengkang dari perjanjian INF. “Ya, saya ingin,” kata Menteri Pertahanan AS Mark Esper saat ditanya apakah dia mempertimbangkan menempatkan rudal jarak menengah di Asia.

Dia menginginkan hal itu dapat direalisasikan dalam waktu beberapa bulan. “Tapi hal-hal ini cenderung memakan waktu yang lebih lama dari yang Anda perkirakan,” ujarnya.

Esper belum memberitahu di mana rudal-rudal itu akan ditempatkan di Asia. Dia hanya menyatakan akan melakukan pertemuan dengan para pemimpin di Asia saat melakukan kunjungan ke sana.

Rusia dan AS diketahui telah sama-sama keluar dari perjanjian INF yang ditandatangani pada 1987. Perjanjian itu melarang kedua negara untuk memproduksi serta memiliki rudal nuklir dengan daya jangkau 500-5.500 kilometer. (Siska Thresia)

21 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY