Jalan di Perumnas Depok Utara ‘Di Acak-acak’ Galian Jaringan Gas

0
58

www.depoktren.com–Pekerjaan galian pemasangan pipa jaringan gas bumi yang sedang berlangsung di Kompleks Perumnas Depok Utara, Kecamatan Beji, Kota Depok dikeluhkan masyarakat. Selain mengeluhkan dampak tumpukan tanah merah yang berserakan dan berdebu yang dibiarkan juga dianggap tidak ada sosialisasi ke warga adanya pekerjaan tersebut.

“Nggak ada pemberitahuan ke warga adanya galian tersebut. Pekerjaannya juga asal-asalan, tanah merah dibiarkan berserakan, seluruh jalan di kompleks kotor dan berdebu,” ujar Rizal, seorang warga Perumnas Depok Utara, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, Selasa (20/8/2019).

Menurut Rizal, para pekerja proyek bekerja siang dan malam tersebut sudah sangat menganggu aktivitas warga. Akibat galian tersebut, kendaraan mobil warga sulit melintas karena galian tanah yang menutup sebagian jalan. “Kontraktornya bekerja nggak peduli dengan lingkungan, bekerja seenaknya. Pekerjaan galian yang sudah selesai, sisa tanahnya dibiarkan berserakan, kotor dan berdebu,” tegasnya.

Satgas Pemantau Pembangunan dan Perijinan Depok (SP3D), Ichan Harahap mengatakan, seharusnya pihak pelaksana proyek tersebut melakukan sosialisasi ke seluruh warga melalui RT dan RW.

“Sebaiknya pekerjaan yang dilakukan juga menimalisir dampak lingkungan, misalnya, galian yang sudah selesai dikerjakan segera dirapikan seperti semula, jangan ada tanah sisa yang masih menumpuk dan berserakan,” terangnya.

Jika tak ada sosialisasi, lanjut dia, warga berhak memberhentikan proyek galian tersebut. “Setiap pembangunan harus ada ijin lingkungan, jika tidak ada pemberitahuan, warga ber hak memberhentikan proyek tersebut karena sudah melanggar aturan analisa dampak lingkungan (andal). Selain itu pihak kontraktor wajib memasang papan pemberitahuan adanya proyek dari mana dan juga nilai anggaran proyek,” jelas Ichan.

Sebenarnya Satpol PP Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dapat juga menghentikan pekerjaan proyek pemasangan jaringan pipa gas yang sudah meresahkan dan menganggu ketertiban umum. “Kalau memang tak memenuhi prosedur perijinan Satpol PP Kota Depok dapat juga menghentikan pekerjaan proyek tersebut,” tegas Ichan.

Dari informasi yang diperoleh, pekerjaan galian pemasangan pipa jaringan gas bumi ini untuk pelangan rumah tangga di seluruh wilayah Kota Depok yang merupakan program dari Dirjen Minyak dan Gas Bumi. Proyek dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya.

Sebelumnya warga Perumnas Depok I, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok juga mengeluhkan hal yang sama. Tanah sisa dari galian yang pekéjaannya sudah selesai dibiarkan menumpuk dan berserakan di jalan yang menyebabkan jalan kotor dan berdebu.

“Kami tidak tahu kenapa sisa galian tanah dibiarkan menumpuk dan berserakan. Ini menimbulkan polusi udara dan mengancam kesehatan warga. Mereka selesai bekerja langsung pergi. Dari awal mereka kerja sampai selesai tidak ada pemberitahuan,” Lurah Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Syaiful. (Papi Ipul)

58 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY