Segera Ditertibkan Bagunan Liar di Lahan UIII

0
24

www.depoktren.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan segera menertibkan bangunan liar di lahan di kawasan proyek pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Ada ratusan bangunan liar yang berdiri lahan milik Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

“Kami sudah melakukan sosialisasi agar para penghuni bangunan liar segera mengosongkan lahan tersebut sebelum dilakukan pembongkaran,” ujar Ketua Harian Tim Penertiban UIII yang juga Asisten Bidang Hukum dan Sosial Pemkot Depok, Sri Utomo di Balai Kota Depok, Jumat (6/9/2019).

Kemenag RI sebagai pemegang hak pakai lahan UIII, meminta Wali Kota Depok, Mohammad Idris melakukan penertiban bangunan dan pengosongan lahan. Hal tersebut sejalan dengan terbitnya Surat Nomor : 6127/SJ/B.VI/I/Kp.01 2/08/2019, tanggal 13 Agustus 2019 tentang Permohonan Bantuan Penertiban Lahan UII di kawasan Jalan Pemancar Cimanggis, Kota Depok. “Atas dasar tersebut Pemkot Depok menindaklanjuti surat tersebut. Lalu membentuk Tim Penertiban UIII,” terang Sri.

Sri menegaskan, pihaknya segera melakukan upaya percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan meminta warga penghuni bangunan liar di lahan pembangunan Kampus UIII membongkar bangunan dan mengosongkan lahan secara sukarela . Terlebih, langkah pemerintah itu sejalan dengan ketentuan pasal 15 ayat 4 Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 16 tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny mengatakan, surat pemberitahuan ke warga penghuni bangunan liar di lahan proyek pembangunan Kampus UIII sudah diberikan oleh kelurahan. Pihaknya sebagai perangkat daerah yang masuk dalam tim juga telah memasang baliho berupa pemberitahuan pengosongan lahan sesuai perundang-undangan yang berlaku.

“Surat pemberitahuan telah dikirim ke warga pemghuni bangunan liar di lahan proyek pembangunan Kampus UIII pada 5 September 2019. Jika warga tidak melakukan pengosongan dan pembongkaran lahan lima hari sejak dikeluarkannya surat tersebut, maka akan dikenakan sanksi administratif dan akan dibongkar paksa,” jelas Lienda.

Dia mengharapkan, warga penghuni bagunan liar di lahan proyek pembangunan Kampus UIII dapat membantu kelancaran pembongkaran. “Tentu caranya dengan patuh terhadap perundang-undangan agar tidak terkena sanksi,” tegas Lienda. (Siska Thresia/Papi Ipul)

24 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY