Sapol PP Depok Ultimatum Penghuni Liar Segera Kosongkan Lalan UIII

0
24

www.depoktren.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memberikan batas waktu hingga akhir September kepada penghuni liar untuk mengosongkan lahan di kawasan Jalan Pemancar Cimanggis yang akan dibangun Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Masyatakat yang memanfaatkan lahan negara itu diimbau membongkar dan mengosongkan lahan agar tidak terkena sanksi administratif. Sebab bangunan yang mereka dirikan tersebut tanpa izin dan liar.

“Kami akan berikan surat peringatan kepada masyarakat yang menempati lahan UIII agar membongkar sendiri bangunannya hingga batas waktu akhir September,” ujar Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny di Balai Kota Depok, Selasa (10/9/2019).

Lienda menambahkan, pihaknya ingin warga bisa bekerja sama melakukan pengosongan lahan tersebut. “Sosialisasi sudah kami lakukan, dan surat pemberitahuan sudah diberikan oleh pihak kelurahan. Maka kami ingatkan warga harus segera melakukan pengosongan lahan, kalau tidak akan ada sanksi administrasi dan dilakukan pembongkaran paksa,” terangnya.

Menurut Lienda, warga menempati tanah milik negara dan itu melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 16 tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum. “Kami minta warga patuh terhadap perundang-undangan agar tidak terkena sanksi,” tegasnya.

Lurah Cisalak, Kota Depok, Wiyana mengimbau masyarakat yang memanfaatkan lahan tanpa izin pejabat berwenang di lahan yang hendak dibangun Kampus UIII agar
tidak melakukan pemblokiran jalan saat akan ditertibkan pada akhir September 2019 mendatang.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sudah memberikan sosialisasi berupa surat pemberitahuan dan baliho agar warga mengosongkan lahan untuk pembangunan Kampus UIII. Kami tegaskan lahan tersebut milik negara dan akan dibangun Proyek Standar Nasional (PSN) yakni Kampus UIII,” tutur Wiyana.

Menurut Wiyana, sebelumnya pihak Kelurahan Cisalak bersama Satpol PP Kota Depok sudah memberi sosialisasi kepada warga agar mematuhi aturan yang berlaku. “Warga menempati lahan UIII bukan masyarakat asli Cisalak. Mereka merupakan warga luar Depok yang ingin menggunakan tanah tersebut untuk tempat tinggal atau keperluan lainnya,” ungkapnya. (Papi Ipul/Rus)

24 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY