Kementan Launching Modernisasi Layanan Sistem Irigasi

0
66

www.depoktren.com–Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan RI, Prof Dr Dedi Nusyamsi, melaunching Proyek Strategis Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitatif Project (SIMURP).

“Proyek SIMURP tersebut bertujuan mengoptimalisasi dan modernisasi layanan sistem irigasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan dengan target luas area seluas 276.000 hektar yang diharapkan dapat meningkatkan Intensitas Pertanaman (IP) Padi dari target 180% menjadi 200%,” ujar Dedi, usai launching SIMURP di The Margo Hotel Depok, Kamis (19/9/2019).

Dia menjelaskan, bahwa lokasi pelaksanaan proyek SIMURP berada 13 Daerah Irigasi (DI) dan dua Daerah Rawa (DR) di delapan Provinsi (Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat) dan 16 Kabupaten (Serdang Bedagai, Deli Serdang, Banyuasin, Indramayu, Cirebon, Karawang, Subang, Purworejo, Purbalingga, Banjarnegara, Jember, Katingan, Bone, Takalar, Pangkajene Kepulauan dan Lombok Tengah).

“Dari pelaksanaan Proyek SIMURP meliputi beberapa kegiatan, yaitu: 1) Rehabilitasi Sistem Irigasi dan Drainase Mendesak (Komponen A); 2) Rehabilitasi Sistem Irigasi dan Drainase Mendesak (Komponen B); dan 3) Jasa Manajemen Proyek dan Konsultasi (Komponen C),” jelasnya.

Kegiatan CSA bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktifitas, mengajarkan budidaya pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, mengurangi resiko gagal panen, mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) serta meningkatkan pendapatan petani di khususnya di Daerah Irigasi Proyek SIMURP.

SIMURP merupakan proyek yang bersumber dari Loan Agreement antar Pemerintah Indonesia dengan World Bank (WB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang pengelolaannya ada pada lintas empat Kementerian dan Lembaga yaitu Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian. (Rus)

66 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY