PKS dan PDIP ‘Panaskan’ Depok

0
320

www.depoktren.com–Pasca PKS mengumumkan lima kadernya lolos dalam Pemilihan Umum Internal Raya (Pemira) dan PDIP sukses menjaring 12 bakal calon walikota/wakil walikota, tensi politik di Kota Depok semakin memanas.

Seperti diketahui, setelah terjaring di tingkat internal, lima kader terbaik PKS semakin gencar mensosialisasikan dirinya. Mereka butuh penilaian masyarakat. Endingnya DPP PKS yang akan memutuskan, layak atau tidaknya diposisikan sebagai calon walikota/wakil walikota Depok.

Lima kader PKS yang dimaksud adalah Imam Budi Hartono (Anggota DPRD Jawa Barat), Hafid Nasir (Ketua DPD PKS Depok), Supariyono (Anggota DPRD Depok), Amri Yusra (Ketua KONI Depok), dan Farida T Rachmayanti (Anggota DPRD Depok).

Tak mau kehilangan moment, sejak 1 September 2019 lalu, DPC PDI Perjuangan Kota Depok juga melakukan penjaringan serupa, namun lebih terbuka. Dari 12 orang yang mendaftar, 11 di antaranya bukan kader PDIP alias masyarakat umum. Pelawak Nurul Qomar dan mantan Ketua HIPMI Jakarta Selatan Novel Salabi ikut dalam penjaringan tersebut. Hanya Achmad Riza Al Habsy yang tercatat sebagai kader banteng moncong putih.

Menurut Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, keterbukaan adalah keharusan, karena partainya sangat menjungjung tinggi semangat bergotong-royong.

“Semangat gotong-royong kami implementasikan (terapkan) dalam proses penjaringan bakal calon walikota/wakil walikota Depok. Kami terbuka, siapa saja dipersilahkan mendaftar,” kata Hendrik.

Dijelaskan Hendrik, secara administrasi pihaknya tidak membebani persyaratan khusus bagi siapapun yang ingin mendaftar dan mengikuti proses penjaringan. Yang utama harus WNI, ideologinya Pancasila, tidak terpapar radikalisme, dan memiliki pemahaman yang sama dengan PDIP dalam membangun Kota Depok ke arah yang lebih baik.

Usai dijaring, selanjutnya bakal calon walikota/wakil walikota Depok akan diperkenalkan ke barisan PDIP hingga ke tingkat ranting.

“Ya, mereka kita arahkan untuk menemui kader PDIP di 63 kelurahan. Selain bertujuan memperkenalkan diri, sekaligus pula untuk menguatkan elektabilitasnya (ketertarikan publik),” kata Hendrik.

Senin besok (23/9) adalah hari terakhir pengembalian formulir. Selanjutnya berkas yang berisi biodata dan pernyataan kesediaan dicalonkan sebagai walikota/wakil walikota Depok akan diteruskan ke DPD dan DPP PDI Perjuangan.

“Secepatnya berkas akan disampaikan ke DPD dan DPP untuk diverifikasi,” ujarnya.

Dia berharap pada Desember 2019, partainya telah memiliki calon Walikota/calon Walikota yang layak dan pantas ditampilkan di Pilkada Depok 2020.

“Desember nanti DPP PDI Perjuangan sudah mengeluarkan SK atau rekomendasi untuk calon Walikota/Wakil Walikota Depok. Siapapun yang direstui DPP akan kami patuhi, dan siap kami perjuangkan agar menang,” demikian Hendrik.(amr)

320 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY