Batik Depok Sudah Tembus Pasar Asia Dan Eropa

0
27

www.depoktren.com–Pada 2 Oktober telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Hari Batik Nasional. Tak hanya daerah Pekalongan, Kota Depok pun ternyata memiliki usaha rumahan bagi pengrajin batik.

Pengrajin batik Tradjumas yang berada di kawasan Komplek BSI Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok rupanya telah mendapatkan pasar sendiri. Tak hanya di wilayah Kota Depok, batik yang dikembangkan oleh Suharno tersebut kini sudah merambah pasar nasional bahkan mancanegara.

“Sudah hampir tiga tahun, pengrajin Batik Tradjumas berdiri dan ternyata cukup memiliki prospek bisnis yang bagus. Bahkan sudah kami pasarkan ke mancanegara,” ujar pendiri Batik Tradjumas, Suharno, Rabu (2/10/2019).

Suharno merasa bersyukur atas support dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang telah memfasilitasi pasar batik dan pemberdayaan pengrajin batik.

“Pada 2017 Pemkot Depok telah mengeluarkan motif batik sebanyak 26 motif dan itu merupakan sebagai ciri khas Kota Depok. Dimana batik dengan kearifan lokal dikembangkan di Kota Depok,” jelasnya

Misalnya, lanjut dia, untuk wilayah Sawangan ada Batik Tugu batu kemudian Bojongsari ada Batik Ikan Hias maupun Batik Gong Si Bolong.

“Sejauh ini cukup terbuka luas di Kota Depok dan saat ini dari pejabat kemudian dari luar negeri disebut juga banyak sekali yang menggunakan batik Kota Depok. Ketika kami menggelar pameran banyak turis mancanegara seperti dari Eropa dan Asia yang membeli batik asal Kota Depok,” ungkap Suharno.

Menurut Suharno, Pemkot Depok, secara berkala melakukan pendampingan dan pembinaan. “Pemkot Depok memberikan HaKi kemudian kami memproduksinya. Di Kota Depok terbagi menjadi tiga batik HaKi yang pertama adalah batik untuk sekolah dasar, untuk Sekolah Menengah Pertama dan yang ketiga adalah batik untuk umum. Batik HaKi itu adalah motif batik yang dipatenkan oleh Pemkot Depok,” jelasnya.

Dia menambahkan, setiap bulan pihaknya memproduksi sedikitnya 500 sampai dengan 600 lembar batik yang terdiri dari batik cap dan tulis, ada juga batik printing. “Alhamdulillah omzet kami per bulan telah mencapai di atas Rp 100 juta,” tadas Suharno. (Aan Humaidi)

27 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY