Indonesia Power dan Sejarah PLTA Kracak yang Melistriki Sejak 1926

0
76

www.depoktren.com–PT Indonesia Power sebagai anak perusahan PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang pembangkitan listrik dan didirikan pada 3 Oktober 1995 mempunyai beberapa Unit Pembangkitan di Jawa Barat (Jabar), salah satunya yakni Saguling Power Generation and O&M Services Unit atau biasa disingkat Saguling POMU.

Saguling POMU merupakan Unit pembangkitan yang terletak di Kabupaten Bandung Barat dengan total kapasitas terpasang mencapai 797,36 MW dengan ditopang 7 Sub Unit Pembangkit, sedangkan untuk kapasitas Unit PLTA Saguling sendiri berkapasitas 700,72 MW. 7 Sub Unit itu antara lain, Sub Unit PLTA Bengkok dan Dago 3,85 MW (Kab. Bandung), Sub Unit PLTA Plengan 6,87 MW (Kab. Bandung), Sub Unit PLTA Lamajan 19,56 MW (Kab. Bandung), Sub Unit PLTA Cikalong 19,20 MW (Kab. Bandung), Sub Unit PLTA Ubrug 18,36 MW (Kab. Sukabumi), Sub Unit PLTA Karacak 18,90 MW (Kab. Bogor), Sub Unit PLTA Parakan Kondang 9,90 MW (Kab. Sumedang).

“Sebagai salah satu Unit Pembangkitan PT Indonesia Power, Saguling POMU berperan penting dalam sistem kelistrikan Jawa Bali,” ujar Corporate Secretary PT Indonesia Power, Igan Subawa Putra, di acara Media Gathering di Sentul, Bogor, Sabtu (19/10/2019).

Menurut Igan, lisrik yang dihasilkan disalurkan melalui Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) Saguling dan diinterkonesikan ke system jaringan se Jawa dan Bali melalui Saluran Utama Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 KV. “Fungsinya selain sebagai tambahan untuk menyuplai listrik di Jawa Bali juga mengamankan Jawa Bali apabila terjadi gangguan listrik,” terangnya.

***

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kracak terletak di Kracak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, adalah salah satu Sub Unit Pembangkit dari Saguling POMU yang dibangun pada masa penjajahan Belanda, tepatnya pada 1926.

PLTA Kracak terdiri dari tiga 3 unit pembangkit yang berkapasitas total 18,90 MW dimana unit 1 dan 2 dibangun pada 1926 sedangkan unit 3 pada tahun 1958. Lisrik yang dihasilkan disalurkan melalui Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITT) Kedung Badak dan Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITT) Bunar.

Selain itu PLTA Kracak yang terletak di dataran tinggi ini mempunyai daya Tarik tersendiri, pasalnya untuk menuju Power House PLTA Kracak petugas Sub Unit PLTA Kracak harus turun menggunakan lori yang diikat dengan tali baja atau dengan menuruni 276 anak tangga untuk sampai di Power House.

Saat menuruni anak tangga, tamu atau pengunjung akan disuguhkan dengan hijaunya lingkungan sekitar PLTA dan derasnya air sungai Cianten yang menyegarkan mata pengunjung PLTA Kracak.

“Memang harus jalan kaki untuk sampai ke bawah, tapi bagi kami ini adalah sebuah kehormatan karena dipercaya untuk andil dalam menjaga warisan dunia yang indah ini. Bahkan hingga saat ini masih beroperasi dengan baik” ungkap Suprapto saat ditemui di Power House PLTA Kracak yang terlihat sangat antusias dalam menjalankan perannya sebagai Supervisor Senior Sub Unit PLTA Kracak, Saguling Power Generation and O&M Services Unit. (Maulana/Rus)

76 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY