Gawat, Keperawanan Gadis-gadis Desa Dipasarkan via Online, Harganya Puluhan Juta

0
393

www.depoktren.com–Gawat, sudah semakin mengila praktik prostitusi online. Para germo juga melego keperawanan gadis-gadis desa dibawah umur melalui media sosial (medsos), seperti Whatsapp, Instagram, Facebook, hingga WeChat. Tarifnya juga tak tangung-tangung mencapai Rp 20 juta sekali kencan.

Pelanggan bisa pesan sesuai keinginan bisa di bawah umur atau dewasa berikut foto yang dipasang. Para germo manfaatkan gadis-gadis desa yang butuh uang.

Kemudian, para germo meminta uang muka yang harus ditransfer kepada calon pelanggannya sebesar Rp 3 juta. Setelah itu, gadis perawan pesanan pria hidung belang diantar ke kamar hotel atau tempat yang disepakati.

Setelah diterima uang DP maka dibawalah korban di dalam kamar hotel untuk sisanya diberikan nanti setelah selesai kencan. Bagi jatahnya germo dapat Rp 3 juta dan Rp 17 juta untuk gadis perawan yang dieksploitasi.

Hal itu terungkap setelah aparat kepolisian Polres Bogor menangkap dua germo prostitusi online, Mami Y (28 tahun) dan Papi GG (29 tahun) serta seorang wanita KO (20 tahun) yang hendak dijual dan seorang pelangan di sebuah hotel di Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kapolres Bogor AKBP Joni mengatakan, bisnis haram tersebut berhasil dibongkar setelah menggerebek salah satu kamar hotel di kawasan Sentul saat bertransaksi beberapa waktu lalu.

“Kami grebek mereka di salah satu hotel di Sentul saat transaksi dengan pria hidung belang. Kami juga amankan seorang gadis yang akan dijual kedua germo tersebut,” ujar Joni di Mapolres Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2019).

Nah, ternyata kedua germo hanya tipu-tipu melego perawan desa, faktanya tidak sesuai. Modus yang dilakukan memalsukan keperawanan dengan memasukkan obat kapsul berisi cairan berwarna serupa darah dan dimasukkan ke dalam organ intimnya.

Berdasarkan pengakuan KO, germo memintanya menggunakan kapsul perawan. KO mengaku telah menggunakan kapsul perawan sebanyak tiga kali sebelum melayani pria hidung belang.

“Nah, modusnya kita ketahui tidak semua perawan karena mereka menggunakan obat supaya saat terjadi hubungan suami istri, darah itu keluar sehingga seperti perawan,” terang Joni.

Hingga saat ini, Joni menyebut masih menelusuri jumlah pekerja seks komersial (PSK) yang dinaungi Mami Y dan Papi GG. Sebab, berdasarkan jejak digital masih terdapat setidaknya sejumlah jaringan PSK yang berasal dari berbagai kalangan dan profesi.

“Kita belum bisa pastikan. Kalau di chat Whatsapp mereka ada sekitar 25 orang. Ada yang dari desa, pelajar ada juga yang freelance tergantung kebutuhan pelanggan,” terangnya.

Terkait keterlibatan PSK yang berada di bawah umur, Joni belum dapat memastikan. Dia menyatakan, masih terus melakukan penyelidikan. “Ini masih dalam penyelidikan kita, apakah ada atau tidak. Tapi, sementara yang kita lakukan pemeriksaan kemarin itu kategorinya bukan di bawah umur,” tuturnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 2 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 296 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

“Kita juga amankan barang bukti tiga handphone, baju korban, mobil dan uang Rp 3 juta. Kita akan terus dalami jaringan prostitusi online perawan buatan ini,” pungkas Joni.

Menurut informasi yang diperoleh depoktren dari wikipedia, kapsul darah yang dimasukan ke vagina wanita agar terkesan masih perawan sangatlah berbahaya bagi penggunanya yakni dapat terjadinya infeksi kelamin karena ada benda tak steril masuk ke lubang vagina. (Novli Adri Siregar/Rus)

 394 total views

LEAVE A REPLY