Dinas PUPR Depok Tegaskan Pembangunan Jembatan Ratu Jaya Atasi Kemacetan

0
213

www.depoktren.com–Pembangunan pelebaran Jembatan Ratu Jaya yang menghubungkan Jalan Kartini dan Jalan Citayam diharapkan dapat mengatasi kemacetan yang selama ini terjadi. Jembatan ini menjadi titik kemacetan karena jalan menuju jembatan menyempit atau bottleneck.

“Jembatan ini natinya akan selebar 10 meter akan sama dengan ruas Jalan Citayam dan Jalan Kartini. Selama ini, jembatan ini menjadi titik kemacetan karena jalan menuju jembatan menyempit atau bottleneck,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Dadan Rustadi saat dikonfirmasi, Sabtu (2/11/2019).

Menurut Dadan, kondisi badan Jembatan Ratu Jaya itu juga sudah saatnya dipugar dan diperlaber. Dana yang digunakan dari APBD Kota Depok 2019 sebesar Rp 1,4 miliar. “Jembatan sudah tidak mampu menampung kepadatan arus lalu lintas yang setiap hari melintas dari arah Jalan Citayam maupun Jalan Kartini. Tentu diharapkan dengan dilebarkan jembatan tersebut dapat minimal mengurangi kemacetan,” harapnya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Depok, Artanto Prakoso, menjelaskan, proyek pembangunan pelebaran Jembatan Ratu Jaya ini dilakukan dengan pembangunan jembatan baru atau jembatan pendamping.

“Sudah mulai kontraknya, 75 hari kerja terhitung sejak 7 Oktober hingga diperkirakan selesai 20 Desember 2019. Untuk dimensi lebar kiri dan kanan tidak terlalu berbeda. Namun, untuk lebar keseluruhannya adalah 5,5 meter. Karena pembangunan jembatan pendamping sedikit menikung, ada perbedaan, tapi tidak terlalu signifikan. Untuk bentang kali di kiri totalnya 12 meter dan untuk bentang kanannya 10 meter. Lebar bersih 5,5 meter,” jelasnya.

Dia menegaskan, proyek pembangunan jembatan pendamping ini tidak mengganggu lalu lintas. Hanya saja, warga diimbau untuk berhati-hati. Karena terdapat alat berat dan material di areal proyek pembangunan. “Pembangunan tidak mengganggu jembatan utama. Jadi, masyarakat bisa melintas dengan normal. Pengguna jalan harus hati-hati, karena dampak pembangunan pastinya akan sedikit menganggu kelancaran lalulintas. Mudah-mudahan pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu,” harapnya.

Warga pengguna kendaraan mendukung pembangunan pelebaran Jembatan Ratu Jaya yang dinilai sebagai titik kemacetan dan .berharap kemacetan jadi berkurang.

“Memang jembatan tersebut jadi salah satu titik kemacetan, terlebih di jam sibuk. Jadi sudah sepatutnya dilebarkan. Mudah-mudah kalau sudah dilebarkan dapat mengurangi kemacetan,” harap Suryansyah, warga Permata Citayam.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ratujaya, Pandu Rista Pratama, juga mengatakan, realisasi pelebaran jalan dan pembangunan jembatan dipastikan bisa mengurai masalah kemacetan antara Jalan Citayam dan Jalan Kartini. “Pastinya dapat mengatasi kemacetan,” ucapnya.

Berdasarkan berita, Kamis (31/10), dampak dari proyek pembangunan pelebaran Jembatan Ratu Jaya dikeluhkan warga karena menimbulkan kemacetan dan tidak papan petunjuk adanya kegiatan proyek dan juga petugas pengatur lalu lintas.

Dilokasi pekerjaan proyek juga tidak terlihat adanya konsultan pengawas, bahkan tidak ada papan proyek dan denah pekerjaan proyek yang seharusnya dipasang di kantor sementara atau bedeng pelaksana proyek. Direksi kit juga tidak ada, bahkan bedeng proyek didirikan jauh dari lokasi proyek dan tersembunyi, menempel di bekas bangunan yang tak terpakai.

Berdasarkan pemantauan, Jumat (1/11), saat ini dilokasi proyek pembangunan pelebaran Jembatan Ratu Jaya sudah terpasang papan petunjuk pemberitahuan adanya pekerjaan proyek dan papan peringatan untuk pengguna kendaraan agar berhati-hati melintas. Selain itu juga sudah ada pengatur lalulintas dan sudah terpasang papan petunjuk anggaran proyek dan pelaksana proyek. (Papi Ipul/Rus)

212 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY