Komitmen KLA, Depok Ajak Anak-anak Jadi Pelapor dan Pelopor Pembangunan

0
29

www.depoktren.com–Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok berkomitmen mewujudkan program Kota Layak Anak (KLA). Berbagai upaya dilakukan, agar anak-anak di Kota Depok menjadi agen pelapor dan pelopor kegiatan-kegiatan pembangunan daerah.

“Kami mengajak sebanyak 300 peserta yang tergabung dalam Forum Anak Tingkat Kecamatan dan Kelurahan guna menyamakan persepsi tentang hak-hak anak dan peran yang bisa mereka maksimalkan dalam pembangunan di Kota Depok,” ujar Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari di Balai Kota Depok, Selasa (5/11/2019).

Dia menambahkan, pihaknya rutin dan bersinergi dengan beragam kegaitan yang dilakukan Forum Anak Kota Depok hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. “Kegiatan rutin ini bagian dari sinergitas kami dengan seluruh Forum Anak, baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Dengan harapan, mereka memahami peranan dalam mewujudkan KLA,” tutur Nessi.

Menurut Nessi, dengan sosialisasi KLA tersebut, anak-anak bisa mengekspresikan aspirasi. Ke depan, sambungnya, mereka tumbuh menjadi generasi pelapor dan pelopor. “Berani melaporkan kejadian-kejadian negatif yang ada di lingkungan sekitar. Sekaligus, menjadi generasi yang memberikan dampak (influencer) positif pada teman sebaya mereka,” terangnya.

Nessi menuturkan, setiap kegaitan Forum Anak Kota Depom, para peserta yang terdiri dari anak-anak bukan hanya mendapatkan materi tentang KLA. Namun juga, edukasi tentang menjaga diri. “Mudah-mudahan, mereka yang mendapatkan materi-materi terkait KLA bisa memahami dan menyampaikan kembali kepada teman-temannya, sehingga gerakan mengkampanyekan KLA ini menjadi lebih masif,” tuturnya.

Pada 2019, Kota Depok berhasil mempertahankan penghargaan KLA dengan predikat Nindya untuk tiga kali secara berturut-turut dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA). Sebelumnya, pada 2017 dan 2018 Kota Depok telah meraih penghargaan KLA dengan kategori Nindya. Sedangkan KLA kategori utama yang ditargetkan gagal diraih Kota Depok.

“Bagi kami penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi yang baik. Intinya, juara bukan yang utama, tetapi bagaimana hasil yang kami peroleh sudah diupayakan secara maksimal,” ujar Sekretaris Gugus Tugas KLA Kota Depok, Elly Farida.

Menurut Elly, demi mempertahankan predikat yang diraih tersebut, pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya, antara lain penguatan sinergisitas dengan seluruh perangkat daerah (PD) serta implementasi program KLA di kelurahan dan kecamatan.

“Yang perlu menjadi perhatian, saat ini indikator penilaian KLA lebih terukur. Untuk itu, strateginya kami harus melakukan evaluasi guna mengetahui apa saja yang masih kurang. Itulah yang nantinya akan kami sinergikan dengan seluruh dinas sehingga tahun depan bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dan dapat meraih KLA Utama,” harapnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan berkomitmen terus dalam peningkatan kualitas pelayanan dan pelaksanaan program KLA. “Sebenarnya poin kami hanya selisih sedikit untuk meraih predikat yang lebih tinggi, KLA Utama, tetapi kami tetap optimistis dan terus berusaha meningkatkan apa yang kami cita-citakan,” terangnya.

Menurut Elly, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam memberikan perlindungan pada anak menjadi dasar Kota Depok meraih KLA Nindya. “Untuk mencapai KLA Utama, kami akan meningkatkan berbagai upaya yang telah dilakukan, di antaranya menjalin sinergitas dengan seluruh pengusaha melalui Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia (APSAI) dan media untuk menyediakan sarana prasarana serta informasi yang ramah bagi anak,” jelas Elly.

Ada empat elemen pendukung dalam menwujudkan Kota Depok sebagai KLA Utama yaitu pemerintah, masyarakat, media, dan pengusaha. “Mewujudkan Kota Depok sebagai KLA juga membutuhkan dukungan serta peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat,” papar istri Wali Kota Depok Mohammad Idris ini.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, untuk menuju Kota Depok sebagai KLA memang butuh kerja keras seluruh lapisan masyarakat dan jajaran pemerintahan mulai lingkungan rumah tangga, warga, pengurus RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota. “Tanpa peran seluruh lapisan masyarakat tentunya akan sulit meraih keberhasilan tersebut. Paling utama adalah menjaga agar anak-anak dapat bermain, bersekolah dan lainnya tanpa ada tindak kekerasan atau perlakuan yang tidak baik,” pungkas Idris. (Siska Thresia/Rus)

29 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY