Satpol PP Depok Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Lahan Proyek UIII

0
43

www.depoktren.com–Aparat Satpol PP Kota Depok Dibantu pihak kepolisian Polresta Depok dan Kodim Depok membongkar puluhan bangunan liar di lokasi lahan proyek pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang berada di Jalan Juanda, Sukmajaya, Kota Depok, Kamis (7/11). Pembongkaran disaksikan perwakilan pihak Kementerian Agama (Kemenag) selaku pemilik lahan.

Kasatpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdiany mengatakan, pada penertiban ini pihaknya melibatkan sebanyak 2.195 personil aparat gabungan yang terdiri dari, Satpol PP, Linmas, Dishub, DLHK, PUPR, Dinkes, Damkar, Kesbangpol sebanyak 795 personil, kemudian TNI 400 personil dan Polri 1.000 personil.

“Penertiban itu dilakukan diatas lahan 80 hektar yang masuk dalam tanah milik Kementerian Agama atas sertifikat Hak Pakai. Penertiban pada 20 bangunan dan sejumlah besar lalan yang digarap yang tidak termasuk lingkup peraturan presiden nomor 62 tahun 2018 yaitu yang tidak mendapat santunan,” ujar Lienda.

Penasihat Hukum Kemenag Misrad menambahkan, penertiban untuk pembangunan UIII tahap pertama ini akan dilakukan selama 7 hari berturut-turut sampai 13 November 2019.

“Sudah dilakukan penyelesaian yang baik dengan dana kerohiman yang besar sesuai dengan harta benda yang dimiliki warga ilegal ini seperti pohon yang produktif dan bangunan warga. Yang tinggal di sini bukan warga ber-KTP Kota Depok. Ini bukan tanah mereka, ini tanah negara,” jelasnya.

Pantauan di lapangan, saat penggusuran berlangsung, sejumlah warga yang mengaku sebagai penggarap sempat melakukan protes, namun setelah dijelaskan oleh petugas kepolisian secara pada posisi hukum mareka, mareka pun mengalah bangunannya dirubuhkan. Walau sempat ada dua orang yang meraung-raung meratapi bangunannya..

Sejumlah bangunan yang berdiri di lahan pemerintah ini ada yang permanen dan ada pula yang semi permanen.

Informasi yang dikumpulkan, pembangunan Gedung Kampus UIII Tahap I dilakukan selama periode 2018 hingga 2020, yang terbagi dalam tiga paket. Paket pertama mencangkup gedung rektorat, gedung fakultas 1, dan kawasan tiga pilar negara.

Paket kedua, pembangunan lima unit rumah dosen, asrama mahasiswa, dan renovasi Gedung MEP (exs RRI). Dan, ketiga yaitu pembangunan pagar keliling dan infrastruktur kawasan kampus Tahap I.

Anggaran pembangunan fisik Tahap pertama ini memakai 2 anggaran, yakni tahun 2018 dana dari Badan Anggaran Bendahara Umum Negara (BABUN), dari alokasi anggaran sebesar Rp 584 miliar, dengan realisasi hanya Rp 110 miliar. Dan untuk tahun 2019-2020 memakai dana DIPA Kementerian Agama sebesar Rp507 miliar.

Untuk diketahui, biaya pembangunan kampus itu ditaksir mencapai Rp 3,5 triliun dan termasuk sebagai salah satu proyek strategis nasional.

Pemerintah menargetkan, proyek di lahan seluas 142 hektare itu rampung dalam waktu 4 tahun. Pembangunan kampus UIII ini memiliki cita-cita agar bisa menjadi pusat kajian dan penelitian peradaban Islam. (Hendrik/Rus)

43 total views, 2 views today

LEAVE A REPLY