Kecamatan Beji, Tertinggi Jajanan Anak SD Terkotaminasi Bakteri

0
260

www.depoktren.com–Wilayah Kecamatan Beji merupakan kecamatan di Kota Depok dengan angka kontaminasi bakteri tertinggi pada jajanan anak di Sekolah Dasar (SD) dengan ditemukan adanya bakteri coliform sebanyak 64 persen dan bakteri E.coli sebanyak 11 persen.

Hal itu terungkap saat Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Depok melakukan studi kelompok terhadap jajanan sekolah yang mengandung bakteri dengan penelitian kesejumlah pedagang jajanan anak sekolah di Kota Depok sepanjang Oktober 2019.

“Kami menemukan bakteri coliform sebanyak 64 persen dan bakteri E.coli sebanyak 11 persen di sejumlah SD di.wilayah Kecamatan Beji, Kota Depok,” ungkap Ketua Tim Pegmas FKM UI, drg Ririn Arminsih di FKM UI Depok, Rabu (13/11/2019).

Tim Pengmas FKM UI yang melakukan penelitian dan penyuluhan terdiri atas para dosen dan mahasiswa yakni, drg. Ririn Arminsih, Dr. Laila Fitria, Nurmalasari, Nurina Vidya Ayuningtyas, dan Aulia Salmaddiina.

“Penelitian lain juga menyebutkan bahwa sebagian besar yakni 94 persen pedagang yang berjualan di kantin SD di Kecamatan Beji belum pernah mengikuti pelatihan mengenai higiene sanitasi pengolahan makanan,” terang Ririn.

Penelitian dan penyuluhan ini dilakukan di sejumlah sekolah diantaranya, di SDN Pondok Cina 3, SDN Pondok Cina 5, SDN Beji 4, SDN Beji 5, SDN Beji 7 dan SDN Tanah Baru II dan diikuti oleh 22 pedagang jajanan dan 18 pewakilan guru dari setiap sekolah itu.

“Penelitian dan penyuluhan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kepada pedagang dan guru. Pada setiap pertemuan masing-masing kelompok difasilitasi oleh dua orang fasilitator,” tutur Ririn.

Dia mengutarakan, waktu kegiatan penelitian dan penyuluhan berdurasi 120 menit yang diawali dengan pre-test untuk melihat sejauh mana pengetahuan mereka mengenai higiene sanitasi makanan dan diakhiri juga oleh post-test yang bertujuan untuk melihat pemahaman setelah pemaparan materi. “Hasil dari perbandingan pre-test dan post-test menunjukan bahwa ada peningkatan pengetahuan,” ucap Ririn.

Lanjut Ririn, para pedagang jajanan sekolah yang mengikuti kegiatan ini kebanyakan merupakan pedagang jajanan keliling yang tidak menetap dan belum menerapkan higiene sanitasi makanan seperti pemilihan bahan baku, tempat penyimpanan bahan, fasilitas sanitasi dan higiene perseorangan. “Hal itulah yang dapat menjadi potensi kontaminasi makanan dan menjadi sumber penyakit,” tegasnya.

Menurut Ririn, latar belakang pelaksanaan Pengmas FKM UI ini agenda bertajuk Pelatihan Pedagang Kantin Sekolah Dasar sebagai Upaya Mewujudkan Sekolah Sehat di Kota Depok yang dilaksanakan selama sepekan.

“Program Pengmas ini kami harapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai higiene sanitasi makanan kepada dan guru sebagai pengawas kantin sekolah. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan pengetahuan pedagang dan guru mengenai higiene sanitasi, menumbuhkan kepedulian warga sekolah terhadap kualitas jajanan yang dijual di kantin sekolah dan mengubah perilaku pedagang jajanan sekolah agar terbiasa menerapkan prinsip higiene sanitasi,” harapnya. (Siska Thresia)

261 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY