Menkes Terawan Geram, Ada Kasus Hepatitis A di Kota Depok

0
184

www.depoktren.com–Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto geram dengan tidak tertanganinya kasus wabah Hepatitis A di Kota Depok. Dia menegaskan, semestinya dapat dicegah, apalagi Kota Depok telah dianugerahi Kota Sehat.

“Gimana ini, kok bisa terjadi. Saya akan cek penghargaan tersebut,” tegas Terawan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/11).

Menurut Terawan, pihaknya telah mendapat laporan bahwa kasus Hepatitis A yang ditemukan di Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok telah menyerang 72 orang. Mayoritas pelajar SMPN 20 Depok. “Mereka terdiri dari 38 laki-laki dan 34 perempuan,” terangnya.

Dia mengutarakan, mayoritas para penderita saat ini telah diperbolehkan pulang dan berobat jalan. Sedangkan tiga orang lainnya masih dirawat di rumah sakit.

“Hasil penelusuran yang dilakukan, kasus jumlah penderitanya sebanyak 72 kasus. 38 laki-laki, 34 perempuan. Dan ini kasus hepatitis A yang dirawat sebanyak 3 orang. Sebagian berobat jalan dan istirahat di rumah, tidak masuk sekolah. Nah ini yang kita langsung pantau, langsung datang ke lokasi,” jelas Terawan.

Para penderita bukan hanya merupakan pengajar dan pelajar di SMPN 20 Kota Depok, namun juga berasal di daerah sekitarnya. Selanjutnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung melakukan survei dan pendataan langsung terkait kasus ini. Sehingga diharapkan kasus hepatitis A ini tak semakin menyebar.

“Kami juga langsung melibatkan untuk tindakan-tindakan medisnya. Jadi dua hal, satu mencegah penyebaran semakin meluas, kedua kami melakukan tindakan medis untuk penyakitnya. Hanya dua hal itu,” tutur dia.

Kemenkes juga akan melakukan tindakan preventif dan promotif agar penyakit ini tak semakin mewabah. Langkah pertama yang diambil yakni mengobati terlebih dahulu pasien atau penderita.

Kemudian, melakukan tindakan terhadap keluarga pasien. Dan terakhir, Kemenkes akan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar. Kendati demikian, menurutnya, kasus ini tak masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Kan jumlah tidak mempengaruhi itu. Kalau masih terlokalisir kan masih bisa kita tangani. Doakanlah mudah-mudahan, doakan dapat kami atasi,” tandas Terawan. (Wahyu Gondrong)

 182 total views

LEAVE A REPLY