Masih Terus Dikaji Kenaikan Tipe B RSUD Depok

0
147

www.depoktren.com–RSUD Kota Depok telah diarahkan oleh pemerintah pusat untuk menaikan status dari rumah sakit tipe C menjadi B. Hal itu berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Persturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 30 tahun 2019 tentang klasifikasi dan perizinan rumah sakit. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok masih terus mengkaji seiring dengan ditundanya pemberlakuan PMK tersebut.

“Sudah diarahkan oleh pemerintah pusat dari rumah sakit tipe C menjadi B. Namun belum final, karena kami masih dilematis. Satu sisi oke artinya akan ada peningkatan kualitas, sisi lain akan terbentur dengan regulasi yang terdapat dalam jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris dalam keterangan pers yang diterima depoktren.com, Minggu (24/11/2019).

Menurut Idris, saat ini RSUD Kota Depok masih menjadi rumah sakit tipe C, sehingga masih bisa menerima rujukan dari fasilitas kesehatan (faskes) tingkat I, seperti Puskesmas atau klinik. Apabila RSUD Depok naik menjadi tipe B, sambungnya, sesuai dengan mekanisme rujukan berjenjang, maka rujukan dari faskes tingkat I tidak bisa langsung ke RSUD Depok. Tetapi harus melalui rumah sakit tipe C terlebih dahulu.

“Kita terus berupaya dalam memberikan pelayanan yang tebaik untuk masyarakat Depok, ini yang menjadi komitmen kami,” tegasnya.

Direktur RSUD Kota Depok, Asloe’ah Madjri menuturkan, berdasarkan PMK Nomor 30 tahun 2019 untuk rumah sakit tipe C harus ada 11 jenis dokter spesialis. Sedangkan, ujarnya, RSUD Depok sudah memiliki 20 jenis dokter spesialis. Karena itu, tutur Luluk, sapaannya, mengharuskan RSUD Depok naik tipe. Namun karena PMK Nomor 30 tahun 2019 ditunda, maka RSUD Depok akan lebih mempersiapkan diri apabila nanti memang harus naik tipe rumah sakit.

“PMK ini sedang ditunda pengesahannya sampai batas waktu yang belum ditentukan, sehingga kami memiliki waktu untuk mempersiapkannya lebih matang lagi,” terang Asloe’ah.

Dia menambahkan, untuk rumah sakit tipe B harus memiliki dokter subspesialis minimal dua. Sedangkan RSUD Depok baru memiliki satu dokter subspesialis yakni untuk dokter bedah digestif.

“Insya Allah tahun 2020 RSUD Depok akan menambah satu dokter subspesialis lagi. Yaitu Konsulen Ginjal dan Hipertensi (KGH) sebab RSUD Depok akan mulai membuka pelayanan Hemodialisa (HD),” pungkas Asloe’ah. (Wahyu Gondrong)

 147 total views

LEAVE A REPLY