Dian Sastro Semangat Galang Donasi untuk Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus

0
25

www.depoktren.com–Aktris cantik Dian Sastrowardoyo turut terlibat membantu anak-anak berkebutuhan khusus yang kurang mampu. Berkolaborasi dengan Sorak Gemilang Entertainment (SGE Live), Dian Sastro menggalang donasi yang akan disumbangkan kepada Sekolah Drisana, sekolah berkebutuhan khusus anak dengan autisme bagi keluarga yang kurang mampu.

Seperti yang diungkapkan Dian pada Pameran Anak Spesial (SPEKIX) 2019 di Jakarta, Agustus lalu, putranya Syailendra Naryama Sastraguna Sutowo juga terdiagnosis autisme. Dalam hal ini, Sekolah Drisana banyak membantu proses terapi anak Dian.

“Banyak orang yang membutuhkan bantuan terapi untuk anak-anak ini. Sekolah Drisana ini saya kenal sekali karena anak saya dapat bantuan banyak dari mereka, anak saya mendapat bantuan dari Drisana sampai sekarang tidak perlu terapi lagi dan mendapat perubahan yang besar-besaran,” ujar Dian.

Proses penggalangan donasi dilakukan dengan penjualan tanda mata edisi khusus karya Dian Sastrowardoyo dan Prinka Dipa serta Nindhita, dua anak dengan autisme yang sukses berkarya dalam bidang seni. Tanda mata karya tersebut berupa tas bahu, t-shirt, dan syal ini dijual dengan harga Rp 199 ribu per buah.

Bagi yang ingin membeli, mereka terlebih dahulu harus membeli minimal dua tiket teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Live mulai 20 November hingga 20 Desember 2019. Kegiatan terakhir ini merupakan pameran seni digital, tempat anak-anak dengan autisme didorong untuk mengekspresikan dirinya melalui karya seni.

“Lewat penjualan ini semoga Sekolah Drisana ini bisa lebih berkembang lagi dan bisa memberikan lebih banyak bantuan lagi untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus,” terang Dian.

SGE Live sendiri berkomitmen untuk mendukung anak dengan autisme untuk terus tumbuh dan berkembang melalui eksplorasi dan kolaborasi seni.

“Kami pikir bekerjasama dengan Dian supaya bisa memberikan impact untuk anak-anak autisme agar mendapat bantuan yang lebih baik lagi. Penjualan tanda mata ini 100 persen akan diberikan untuk Sekolah Drisana,” ucap Chief Executive Office SGE Live, Mervi Sumali.

Sebelumnya, pada Agustus lalu, Dian mengungkapkan bahwa anaknya Syailendra Naryama Sastraguna Sutowo memiliki perbedaan dengan anak-anak lain, seperti sulit melakukan kontak mata (eye contact) ataupun gerakan mulut. Putranya juga tidak tertarik ikut kegiatan yang diadakan di pra-sekolah.

Alumnus Fakultas Sastra dan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) itu lalu mengajak putranya ke tiga dokter untuk menjalani pemeriksaan demi mengetahui tanda-tanda autisme. Selanjutnya, Dian juga membawa anaknya ke para ahli untuk menjalani terapi, seperti okupasi, perilaku, dan bicara.

Terapi ini dijalankan hingga Syailendra berusia enam tahun. Ketika masuk usia delapan tahun, kemampuan sosial Syailendra sudah meningkat. (Siska Thresia)

25 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY