Gugatan Perdata Jamaah Umrah First Travel Ditolak

0
12

www.depoktren.com–Ratusan jamaah korban penipuan perjalanan ibadah umroh First Travel kecewa dengan hasil sidang putusan perdata aset di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Senin (2/12). Sidang tidak dihadiri para tergugat, bos Fist Travel, Andika Surachaman dan Kepala Kejaksaan Agung c/q Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok.

Sidang dimulai pukul 10.30 WIB dan berakhir pukul 12.00 WIB itu dipimpin hakim Raymon Wahyudi. “Majelis hakim menyatakan gugatan tidak dapat diterima, dan menghukum para tergugat Rp 811 ribu,” tegas Raymon yang membacakan putusan.

Sebanyak 3.200 jamaah korban penipuan perjalanan umrah First Travel melakukan gugatan perdata aset dan bos First Travel Andika Surachman dengan gugatan sebesar Rp 49 miliar. Para jamaah itu terkelompok menjadi lima penggugat yakni, Penggugat I sebesar Rp 20 miliar, Penggugat II sebesar Rp 2 miliar, Penggugat III sebesar Rp 26,841 miliar, Penggugat IV sebesar Rp 84 juta dan Penggugat V sebesar Rp 41,9 juta.

Ketika hasil putusan diketuk palu oleh Ketua Majelis Hakim Raymon Wahyudi, ratusan jamaah yang memadati ruang sidang maupun diluar ruang sidang berteriak histeris dan kecewa. “Putusan hakim nggak jelas, kalau begini saya minta uang saya kembali,” ujar seorang jamaah asal Tegerang, Madani.

Menurut Madani, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) harus bertanggungjawab karena menggeluarkan ijin perushaan biro perjalanan umrah dan haji First Travel. “Kemenag yang memberi ijin dan harus bertanggungjawab jika ada masalah, jangan lepas tanggungjawab. Buat apa ada banding lagi, saya sudah nggak percaya lagi sama hakim. Orang bego saja tahu, kalau itu uang kami, kok putusannya aset di sita negara, gimana pola pikir majelis hakim,” tuturnya. (Wahyu Gondrong/Siska Thresia)

12 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY