Ratusan Korban Hepatitis A, Akhirnya Kemenkes Tetapkan Depok KLB

0
165

www.depoktren.com–Kementerian kesehatan (Kemenkes) akhirnya menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di Kota Depok yang hingga 3 Desember 2019 sudah terjadi 262 kasus dan 171 diantaranya positif Hepatitis A. Dinkes Kota Depok sebelumnya tidak terbuka mengenai jumlah korban dan terkesan menutup-nutupi, bahkan untuk menetapkan status KLB saja tidak berani dan terkesan menunggu lebih banyak lagi jatuh korban.

“Ya benar, sekarang ditetapkan status KLB. Ditetapkan hingga Januari 2020 mendatang. Namun, bisa berubah sejalan dengan evaluasi penyebaran penyakit tersebut. Apabila di Desember tidak ada kasus yang baru status KLB kita hentikan, tergantung seperti apa ke depannya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita di Balai Kota Depok, Kamis (5/12/2019).

Menurut Novarita, Dinkes Kota Depok akan membebaskan biaya pengobatan bagi siswa SMPN 20 Depok dan warga yang terindikasi terjangkit penyakit menular Hepatitis A. “Dengan penetapan KLB, maka biaya perawatan bagi yang didiagnosa terindikasi Hepatitis A akan ditanggung Dinkes Kota Depok,” terangnya.

Data Dinkes Kota Depok, Novarita hingga saat ini terdapat 263 orang yang terjangkit Hepatitis A yakni para siswa dan pegawai sekolah SMPN20 Depok.

“Kejadian ini berawal dari seorang penderita Hepatitis A yang mengelola makanan dan menyiapkan makanan. Lantas makanan tersebut tertular dan merebak ke siswa di sekolah. Jangan lupa mengkonsumsi makanan bergizi serta istirahat yang cukup,” himbau Novarita.

Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna sangat prihatin dengan KLB Hepatitis A dan terjun langsung memberikan pengarahan dan sosialisasi PHBS pola ke Kepala Sekolah SD dan SMP se Kota Depok. “Seluruh elemen di sekolah harus mulai menjalankan PHBS,” tegasnya.

Menurut Pradi, perilaku hidup bersih tersebut dapat dimulai dari diri sendiri, baik dengan memperhatikan lingkungan sekitar agar tetap bersih maupun kebersihan dalam tubuh.

“Evaluasi terkait PHBS di sekolah harus dilakukan secara intensif. Tentunya agar kebersihan dan kesehatan di sekolah dapat terus terjaga. Selain itu, pihak sekolah juga harus mengutamakan sikap preventif jika dirasa ada permasalahan dalam kesehatan,” jelasnya.

Pradi berharap, sekolah juga dapat menjalin komunikasi dengan Dinkes Kota Depok agar segera diselesaikan. “Saya juga sudah perintahkan ke Dinkes Kota Depok untuk terbuka dan bekerja sungguh-sungguh menuntaskan persoalan Hepatitis A yang mewabah,” pungkasnya. (Papi Ipul)

 166 total views

LEAVE A REPLY