UI Tawarkan Konsep Hunian Apartemen Nyaman Berkelanjutan

0
39

www.depoktren.com–Pertumbuhan pembangunan hunian vertikal atau apartemen bak jamur di musim hujan. Letak Geografis Kota Depok sebagai penyangga Ibukota DKI Jakarta dan pintu gerbang Jawa Barat (Jabar) menjadi daya tarik banyaknya komuter tinggal di Kota Depok.

Hal itu diutarakan Tim peneliti dari Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) yang diketuai Dr. Muhammad Luthfi Zuhdi di Kampus UI Depok, Rabu (4/12/2019).

SKSG UI bekerjasama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UI mengadakan pengabdian masyarakat berupa kajian stratejik hunian di Kota Depok. “Pertumbuhan masyarakat tidak sebanding dengan ketersediaan lahan dan permukiman. Sehingga, hunian vertikal akhirnya menjadi salah satu solusi pembangunan dan akan diminati masyarakat,” terang Luthfi.

Menurut Luthfi, aspek nyaman dapat mengacu pada indikator ke-11 Sustainable Development Goals (SDGs) berupa membangun Kota dan pemukiman yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan. Ia menambahkan, indikator ke-11 dalam SDGs hingga saat ini masih belum maksimal diterapkan oleh apartemen. “Keberadaan apartemen masih berfokus pada aspek komersil dari pada sebagai hunian yang berkelanjutan,” ucapnya.

Dia menambahkan, konsep hunian apartemen meliputi permukiman yang aman, tangguh dan inklusif dapat menjadi pertimbangan. Aspek kenyamanan dan keamanan hunian juga dapat sejalan dengan pola sosial masyarakat Indonesia yang guyub. “Sehingga, beberapa permasalahan di apartemen dapat terhindar hanya karena prinsip individualis dan privasi yang menyekat,” terang Luthfi.

Diharapkan, lanjut Luthfi, penelitian ini dapat membangun kepekaan bersama terhadap warga Kota Depok umumnya dan penghuni apartemen khususnya. “Bagaimana menciptakan keamanan dan kenyamanan hidup di unit apartemen, bukan hanya dari bantuan sistem atau aturan yang berlaku di apartemen. Untuk itu, perlunya kesadaran dalam bersikap dan bersosial di apartemen untuk menciptakan lingkungan sosial yang sesuai SDGs,” tuturnya.

Sebelumnya, Tim peneliti melakukan audiensi ke Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, pengelola dan penghuni apartemen. Selain itu tim melakukan observasi lapangan, serta beberapa kali diskusi dilakukan sepanjang 2019.

Sebagai tindak lanjut dari audiensi, tim peneliti mengadakan Focus Group Discussion mengenai hunian nyaman bersama pemangku kebijakan, praktisi dan akademisi yang berkaitan pada keamanan dan kenyamanan hunian vertikal.

“Isu kelayakan anak pada apartemen juga dibahas dengan mengundang Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Hasil kajian ini akan dipublikasikan secara luas dengan buku yang berjudul Mewujudkan Hunian Nyaman di Apartemen,” pungkas dia. (Aan Humaidi)

39 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY