Study Tour di SMPN 16 dan SMPN 5 Depok Disoal, Diduga Pungli

0
798

www.depoktren.com–Sejumlah orang tua murid mempersoalkan study tour SMPN 16 Depok dan SMPN 5 Depok. Anggaran biaya diatas Rp 1 juta untuk 1 siswa selama 3 hari untuk study tour ke Yogyakarta cukup memberatkan para orang tua murid.

“Satu siswa dikenakan biaya yang berbeda-beda, paling rendah Rp 1 juta. Terkesan sutdy tour ini dipaksakan,” ujar salah satu orang tua murid yang tak bersedia disebut namanya saat melapor ke Depok Media Center (DMC), Kamis (19/12/2019).

Berdasarkan telusuran aturan yang dilakukan DMC, kegiatan study tour sekolah itu diduga melanggar Peraturan Presiden (PERPRES) No 87 Tahun 2016 serta KEMENDIKBUD Nomor 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan pada Satuan Tugas.

“Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok sepertinya membiarkan sekolah berbisnis, mengadakan tour ke Yogyakarta dengan tarif angka yang lumayan membuat orang tua murid sebagian keberatan terindikasi ada kerja sama trevel dengan sekolah sehingga acara berjalan tiap tahun, tetapi Kepala Disdik tutup mata ada apa dengan acara tour sekolah,” jelas Ketua Penasehat DMC, Syaiful Bakhri atau yang akrab disapa Papi Ipul.

Papi Ipul menegaskan, pembiayaan untuk kegiatan sekolah dengan paksaan itu merupakan salah satu bentuk pungutan liar (Pungli). “Sekber Pungli harus bertindak biar pihak sekolah tak semena-mena mengadakan kegaitan tanpa persetuan orang tua. Sekolah bukan tempat bisnis, melainkan sarana pendidikan,” pungkasnya.

Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin saat dikonfirmasi tidak bisa dihubungi begitu juga Kepala Sekolah SMPN 16 Depok dan SMPN 5 Depok yang saat dikonfirmasi berusaha menghindar. (Karnikus/Rus)

 787 total views

LEAVE A REPLY