Pemkot Depok akan Maksimal Tanggani Becana Banjir dan Longsor

0
64

www.depoktren.com–Bencana banjir dan longsor pada Rabu (1/1) lalu, berdampak cukup besar di hampir seluruh wilayah Kota Depok. Jumlah kerugian yang diderita oleh korban banjir diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 9 miliar

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dibantu Kepolisian dan TNI secara maksimal, berupaya untuk menangani bencana tersebut mulai dari mengevakuasi warga, membentuk posko pemantauan yang tersebar di 11 Kecamatan, membuat dapur umum, hingga mengumpulkan dana inisiatif dari para Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Dana yang terkumpul dari rekan-rekan ASN Kota Depok sebesar Rp 46 Juta lebih, kami juga mengapresiasi yang sudah dilakukan dinas-dinas terkait seperti Damkar sebagai leading sector, Dinkes, Dinsos, PUPR, Satpol PP yang bahu-membahu membantu warga,” ujar Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna di Balai Kota Depok, Minggu (12/1/2020).

Selain itu dari sisi kesehatan juga, diakui Pradi Pemkot Depok membuka beberapa pelayanan Puskesmas hingga 24 jam. Terutama, setelah dikeluarkannya status tanggap bencana yang berlangsung hingga14 Januari 2019 mendatang.

Adapun jumlah warga yang terdampak banjir ada 1.306 KK atau 2.976 jiwa, Pradi menuturkan hingga kini tidak ada lagi warga yang mengungsi. Mereka telah kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. Namun? diingatkannya kepada seluruh aparatur pemerintahan terutama Camat dan Lurah agar tetap waspada, pasalnya musim penghujan belum selesai diperkirakan berakhir di Februari 2020.

“Saat ini sudah tidak ada yang mengungsi, kalau memang butuh bantuan, bisa menghubungi Dinas Damkar dengan nomor sambungan 113 atau emergency call di 112,” himbaunya.

Kedepan sebagai wujud solusi dari penanganan bencana banjir, Pradi menegaskan perlu dimanfaatkan, seluruh situ yakni 23 situ yang berada di kawasan Kota Depok. Sehingga, wilayah tersebut nantinya berfungsi sebagai resapan air terutama ketika hujan lebat.

“Ada sekitar 23 situ, luasnya bermacam-macam ada yang lima hektar bahkan bisa sampai puluhan hektar. Ini sebuah potensi, tidak hanya sebagai daerah resapan air bisa juga untuk peningkatan ekonomi dan pariwisata,” tegasnya.

Pradi menambahkan, oleh sebab itu, pihaknya akan meminta usulan kepada Pemerintah Pusat baik secara tertulis maupun, berkoordinasi langsung untuk memikirkan strategi pemberdayaan situ. Disisi lain pihaknya, juga telah mempersiapkan konsep perencanaan yang matang mengenai pembangunan baik jangka panjang maupun pendek.

“Kita siapkan blue printnya, ini untuk 50 bahkan 100 tahun kedepan mulai dari sanitasi, pedestrian, akses-akses yang tidak berbenturan untuk Kota Depok kedepan,” pungkas dia. (Papi Ipul)

64 total views, 4 views today

LEAVE A REPLY