Terkait Razia LGBT, Komnas HAM Kirim Surat Protes ke Wali Kota Depok

0
25

www.depoktren.com–Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bereaksi keras dan memprotes terkait perintah Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang berencana melakukan razia aktivitas kelompok Lesbian, Gay , Biseksual, dan Transgender (LGBT) dan pembentukam crisis center khusus bagi korban terdampak LGBT.

“Kami telah melayangkan surat protes ke Wali Kota Depok untuk meminta pembatalan kebijakan serta permintaan perlindungan bagi kelompok minoritas seksual dan identitas gender di Kota Depok,” ujar Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM, Beka Ulung Hapsara dalam keterangan pers No 01/Humas/KH/I/2020 yang diterima Republika, Senin (13/1/2020).

Menurut Beka, perintah razia LGBT bertentangan dengan dasar negara Republik Indonesia atau UUD 1945, Pasal 28 Ayat 1 dan 2 dan melanggara Pasal 33 UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM. “Belum ada rencana pemanggilan, kami menunggu klarifikasi dan respon Wali Kota Depok terhadap surat kami terlebih dahulu,” terangnya.

Dia menambahkan, razia LGBT itu juga mencederai Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik Pasal 17 yang menyatakan tidak boleh seorang pun yang dapat secara sewenang-wenang atau secara tidak sah dicampuri masalah-masalah pribadinya, keluarganya, rumah atau hubungan surat-menyuratnya, atau secara tidak sah diserang kehormatan dan nama baiknya.

“Hal lain yang dicermati oleh Komnas HAM, terkait kewajiban lembaga negara untuk menghomati, melindungi, dan memenuhi hak asasi manusia semua warga negara termasuk kelompok minoritas orientasi seksual dan identitas gender,” pungkas dia.

Sejumlah warga Kota Depok justru mendukung Wali Kota Depok yang akan merazia aktivitas LGBT. “Jangan mau di intervenai Komnas HAM. Bubarkan Komnas HAM pendukung LGBT,” kecam warga Kota Depok, Sudirman. (Siska Thersia)

25 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY