BKD Depok Buat Perekam Data Transaksi Pajak Online

0
93

www.depoktren.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menerapkan program sistem pemantauan pajak dengan memasang alat cangih di setiap restoran, pusat belanja, hotel, tempat parkir dan lainya. Program ini bekerjasama dengan Bank BJB dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok Nina Suzana menjelaskan, pemasangan aplikasi ini sebagai alat perekam data transaksi secara online, sehingga transaksi pajak di restoran, pusat belanja, hotel, tempat parkir dan lainya bisa dipantau langsung Pemkof Depok dan KPK.

“Baru Kota Depok yang menerapkan sistem ini. Untuk alat bantuan dari Bank Jabar Banten (BJB),” jelas Nina saat ancara implementasi alat perekam data on line di Jalan Margonda, Kota Depok, Jumat (17/1/2020).

Menurut Nina, dipasang alat tersebut semua transaksi bisa dipantau oleh Pemkot Depok khususnya untuk pajak restoran, parkir, hotel, dan lainya. “Saat ini yang sudah diterapkan ada 50 titik, antara lain 30 alat ditempatkan di restoran dan 20 alat di tempat parkir, hotel, dan tempat hiburan. Target di 2020 sebanyak 200 alat terpasang dan terealisasikan alatnya oleh BJB,” ungkapnya.

Nina menambahkan, untuk tempat yang telah dipasang alat tersebut dipasang himbauan atau maklumat. Jadi konsumen yang merupakan Wajib Pajak (WP) yang terintegrasi datanya dikenakan pajak hanya tujuh persen yang biasanya dikenakan pajak sebesar 10 persen.

“Alat ini untuk memudahkan para wajib pajak, sehingga mereka tidak perlu menghitung lagi omsetnya berapa per bulan. Semua sudah terekam dan terhitung dalam sistem, tinggal dilaporkan saja, laporannya pun online. Pembayaran pajaknya juga langsung ke kas daerah bukan kepada petugas pajak. Semoga program dapat berjalan efektif dan sesuai harapan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa lebih ada peningkatan,” harapnya. (Papi Ipul)

 93 total views

LEAVE A REPLY