Wali Kota Depok Dituding Pembohong

0
951

www.depoktren.com–Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bangun transportasi publik berbasis rel dinilai sebagai ‘jualan’ Wali Kota Depok, Mohammad Idris untuk Pilkada Depok 2020.

“Rencana yang digagas Wali Kota Depok itu sangat mustahil terealisasi dalam waktu dekat ini. Itu hanya program ‘jualan’ jelang Pilkada Depok 2020,” ujar pengamat transportasi, Djoko Setijowarno di Kota Depok, Minggu (26/1/2020).

Dia mengutarakan, biasanya jelang Pilkada banyak kepala daerah sebagai petahana menawarkan program yang aneh aneh. “Pembangunan transportasi berbasis rel ini anggaran dari mana dan Feasibility Studi (FS) atau studi kelayakan seperti apa?,” tanyanya.

Menurut Joko, transportasi berbasis rel ini cocok saja, namun harus diingat bahwa untuk membangun infrastruktur modal transportasi rel ini membutuhkan waktu minimal tiga tahun dan mahal. Lebih baik, Pemkot Depok membangun transportasi angkutan umum berbasis jalan yang lebih murah.

“Kota Depok yang padat, pasti angkutan umum berbasis rel dalam bentuk elevated atau melayang yang biayanya per-KM Rp 500 miliar. Kurang lebih 90 persen program dipastikan mustahil untuk dieksekusi. Dan jangan sampai ini ujung-ujungnya pembohongan publik,” tuturnya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Depok, Edi Masturoh menegaskan bahwa proyek tersebut tidak ada dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Depok. “Itu bohong,” ucap Edi saat dihubungi Selasa (28/1).

Dia mengutarakan, program pembangunan jalan berbasis rel di Kota Depok itu sulit diwujudkan kalau bukan pemerintah pusat yang melaksanakannya. “Tidak mungkin dibangun tahun ini. Proyek tersebut kewenangan Pemerintah Pusat, jadi jangan nebeng untuk menyenang-nyenangin rakyat saja,” pungkas Edi.

Saat ini, rel LRT yang melintasi Kota Depok hanya di perbatasan Depok-Jakarta Timur saja yakni di Cibubur. Warga Depok bisa mengakses LRT melalui Halte Taman Wiladatika.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, Pemkot Depok siap membangun transportasi publik berbasis rel saat udiensi dengan Sekjen Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Gedung Karsa, Kantor Kemenhub Jakarta, Jumat (24/2/2020).

Dalam studi kelayakan transportasi rel yang disusun oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, akan dibangun empat jalur koridor yang nantinya terhubung dengan moda transportasi lainnya.

Keempat koridor tersebut yakni koridor 1, sepanjang 10,8 KM yang dimulai dari Transit Oriented Development (TOD) Pondok Cina sampai Stasiun LRT Cibubur. Koridor 2, sepanjang 16,7 KM dari TOD Depok Baru sampai Cinere dan diharapkan dapat terkoneksi dengan stasiun MRT Lebak Bulus.

Koridor 3, sepanjang 10,7 KM mulai dari TOD Depok Baru sampai Bojongsari dan koridor 4, sepanjang 13,8 KM mulai dari TOD Depok Baru sampai TOD Gunung Putri.

“Saya berharap pembangunan transportasi publik berbasis rel ini bisa ditetapkan menjadi Proyek Strategi Nasional (PSN) serta direalisasikan serta bisa mendapatkan pendampingan dari Kemenhub,” harap Idris. (Papi Ipul/Rus)

949 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY