ACN Kecam Intervensi Komnas HAM Soal LGBT di Kota Depok

0
112

www.depoktren.com–Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) mengecam intervensi Komnas HAM terkait rencana razia prilaku penyimpangan seksual termasuk aktivitas sex bebas Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Kota Depok. ACN melakukan freezemob dengan membawa poster yang bertuliskan #TOLAKLGBT di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

“Aksi ini dilakukan untuk menunjukkan dukungan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam melakukan penertiban LGBT yang sempat dikecam oleh Komnas HAM beberapa hari lalu,” ujar Erik Armero, Koordinator ACN dalam siaran pers yang diterima depoktren, Rabu (29/1/2020).

Menurut Erik, tidak sepantasnya Komnas HAM sebagai lembaga negara menegakkan pendapat-pendapat yang belum diterima secara positif oleh masyarakat dan pembuat perundang-undangan yang berwenang. Terlebih lagi apabila pendapat tersebut bertentangan dengan substansi konstitusi dan falsafah kebangsaan Indonesia.

“Kami dari.Aliansi Cerahkan Negeri melakukan Freezemob Tolak LGBT mendukung sikap Wali Kota Depok dalam melakukan penertiban LGBT. Kami juga sekaligus mengecam Kommas HAM yang ikut campur dalam usaha Pemkot Depok untuk melindungi warganya dari LGBT, sekaligus untuk memperkuat ketahanan keluarga di wilayah Kota Depok,” jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa LGBT adalah isu internasional yang dipaksakan untuk diterima oleh semua negara termasuk di Indonesia, dan salah satu upaya agar LGBT diterima di Indonesia adalah dilahirkannya The Jogjakarta Principle pada tahun 2006. Negara harus menghilangkan diskriminasi berdasarkan orientasi seksual dan identitas gender, ini adalah sebuah usaha legalisasi praktek LGBT di Indonesia.

“The Jogjakarta Principles kini menjadi pedoman aktivis LGBT di seluruh dunia, selain itu prinsip ini juga sudah disosialisasikan sejak lama oleh Komnas HAM. Bahkan di Jurnal Perempuan tahun 2008 dijelaskan bahwa The Jogjakarta Principles adalah tonggak sejarah perlindungan hak-hak LGBT. Mereka juga menggunakan standar hukum Internasional yang mengikat sehingga negara harus tunduk padanya, sehingga secara otomatis Pemkot Depok dapat dinyatakan melanggar HAM,” tutur Erik.

Penanggung jawab aksi ACN, Alawiyah Tuti mengatakan bahwa, ACN akan terus melakukan aksi penolakan terhadap LGBT. “Namun, kami tetap melihat dan peduli kepada teman-teman LGBT yang ingin kembali ke fitrah. Kami hanya melawan orang-orang yang mengkampanyekan kesesatan berpikir mereka.” pungkasnya. (Siska Thresia)

 112 total views

LEAVE A REPLY