Top, UI Terbaik versi Webometrics 2020

0
106

www.depoktren.com–Universitas Indonesia (UI) berhasil menduduki peringkat pertama Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia versi Webometrics Ranking of World Universities 2020. Webometrics juga merilis, UI meraih peringkat ke-10 di Asia Tenggara dan peringkat 766 di dunia.

“UI dinilai terbaik di dalam membuka akses publikasi ilmiah sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat dunia melalui jaringan Internet,” ujar Kepala Humas dan KIP UI, Dr. Rifelly Dewi Astuti, SE, MM di Kampus UI Depok, Sabtu (1/2/2020).

Menurut Rifelly, perolehan ini didasarkan atas keberhasilan UI dalam memenuhi penilaian
Webometrics yang terdiri atas empat indikator yaitu Presence merupakan jumlah halaman website dari domain web utama, termasuk seluruh subdomain yang ada di perguruan tinggi, Visibility merupakan jumlah eksternal link unik yang terhubung ke domain web perguruan tinggi (inlinks) yang terekam search engine (Google), Transparency/Openness merupakan jumlah kutipan dari 110 penulis teratas dan Excellence or Scholar merupakan jumlah artikel publikasi ilmiah karya sivitas akademika yang terindeks pada jurnal internasional bereputasi tinggi.

Beberapa perguruan tinggi Indonesia yang masuk ke dalam lima terbaik di Indonesia versi Webometrics 2020 yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas sebelas Maret UNS Surakarta.

Webometrics merupakan sistem perangkingan Perguruan Tinggi se-dunia berbasis website. Webometrics meyakini bahwa kehadiran dan visibilitas web dapat dijadikan indikator kinerja global sebuah universitas.

“Indikator ini mempertimbangkan komitmen pengajaran, hasil penelitian, prestise internasional hingga hubungan dengan masyarakat, termasuk sektor industri dan ekonomi, universitas,” jelas Rifelly.

Pemeringkatan dilakukan oleh Cybermetric lab Spanyol dengan menilai lebih dari 19 ribu lembaga perguruan tinggi di dunia. “Sistem pemeringkatan Webometrics bertujuan untuk mempromosikan publikasi Web, mendukung inisiatif Open Access, mendukung akses elektronik untuk publikasi ilmiah dan materi akademik lainnya,” pungkas Rifelly. (Rus)

106 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY