Tawuran Melulu, Izin Operasional Sekolah akan Dibekukan

0
79

www.depoktren.com–Maraknya aksi tawuran pelajar di Kota Depok yang kerap menimbulkan korban jiwa membuat masyarakat dan para orang tua cemas. Untuk mencegah tidak terulangnya tawuran pelajar, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok akan mengambil sikap tegas yakni dengan akan membekukan ijin operasional sekolah yang pelajarnya kerap terlibat tawuran.

“Kami akan membekukan ijin operasional bagi sekolah yang siswa-siswinya terlibat tawuran berdasarkan prosedur,” ujar Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin di Balai Kota Depok, Rabu (12/2/2020).

Menurut Thamrin, penanganan dan pencegahan aksi tawuran pelajar bukan hanya tanggung jawab dunia pendidikan, melainkan semua pihak yakni orang tua, lingkungan rumah, Lurah, Camat, dan seluruh stakeholder yang ada. “Lingkungan juga harus ikut bertanggung jawab mencegah tawuran,” tegasnya.

Diutarakan Thamrin, pihaknya sudah berupaya melakukan pencegahan dengan menggelar pendidikan karakter, serta bekerjasama dengan aparat kepolisian dan TNI dalam pembinaan siswa. “Kami juga melarang siswa dipulangkan karena terlambat sekolah karena berpotensi munculnya tawuran, lebih baik dibina di sekolah dan diberi pengarahan daripada disuruh pulang,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya selalu berusaha untuk bertindak tegas kepada siswa yang melanggar aturan tata tertib sekolah. “Sekolah sudah punya aturan. Kalau melanggar akan diberi teguran pertama sampai ketiga. Tetapi kalau tetap melanggar akan dikeluarkan dari sekolah. Tapi, selalu ada intervensi dari luar khususnya orang tua yang tidak mau anaknya dikeluarkan, tapi tidak mau membina anaknya dengan baik di rumah,” ungkap Thamrin.

Dia menambahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan langkah mencegah terjadinya kembali tawuran yakni dengan sosialisasi dengan sekolah, guru dan siswa terkait bahaya kenakalan remaja, memberikan pendekatan khusus kepada siswa-siswi yang bermasalah (baik permasalahan di sekolah maupun di luar).

“Kami juga minta pihak sekolah menambah kegiatan seperti ada kegiatan pengajian, majelis masjid sekolah. Kami juga minta untuk mengoptimalkan ekstrakurikuler, kegiatan ekstakurikuler serempak dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai (terjadwal),” paparnya. (Papi Ipul)

79 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY