Tiket Idris Menipis, PKS Godok Imam Budi dan Hardiono

0
686

www.depoktren.com–Peta politik internal PKS makin dinamis jelang Pilkada serentak 2020. Salahsatunya di Kota Depok yang akan menggelar Pilwalkot pada 23 September 2020. Dinamisnya PKS yang makin dewasa dalam berpolitik membuat peluang petahana Mohammad Idris menipis untuk mendapat tiket pencalonan Wli Kota Depok dari partai yang katanya partai dakwah itu.

Hal itu dikatakan sumber depoktren dari internal PKS yang ditemui di Jakarta, Selasa 25 Februari 2020. Menurut sumber yang enggan diungkap identitasnya ke publik, peluang Wali Kota Depok, Mohammad Idris makin berat untuk kembali dicalonkan dari PKS. Informasi itu menguatkan pernyataan Ketua Umum DPP PKS Sohibul Iman bahwa Idris hanya akan jadi pemain cadangan di Pilwalkot Depok 2020.

“Dengan peta politik internal seperti saat ini, peluang Idris makin menipis karena banyak faktor kegagalan komunikasi politik Idris,” ujar sumber tersebut.

Sebelumnya Idris memang memanfaatkan jejaring politik melalui jalur kerabat di DPP PKS, namun hari ini petanya sudah berubah dan kemungkinan keputusan akan ditentukan di akhir batas waktu dengan pertimbangan matang sebelumnya yang sudah disiapkan jauh hari.

“Makanya kemungkinan Idris menggunakan jalur kerabatnya di DPP PKS juga tidak akan berpengaruh banyak dalam pengambilan keputusan kandidat calon Wali Kota Depok dari PKS,” imbuhnya.

Dengan begitu maka praktis ke depan masih ada 2 nama yang terus digodok DPP PKS untuk mendapat tiket PKS. Mereka adalah Imam Budi Hartono dan Sekda Depok Hardiono. Dua orang tersebut adalah kader murni PKS yang telah lebih dulu mengabdi membesarkan partai.

“Meskipun Hardiono adalah birokrat namun keluarganya berjasa besar dalam membesarkan PKS di Jawa Barat (Jabar). Begitupula dengan Imam Budi, dia itu punya visi cemerlang dalam membangun,” terang sumber tersebut.

Saat ini PKS masih terus melakukan pembahasan sambil menimbang tingkat elektabilitas dan popularitas para bakal calon kandidat Wali Kota Depok. Salah satunya adalah kemampuan komunikasi politik dengan semua elemen kader PKS di Depok.

“Ya itu penting yang harus terus dibangun. Bukan cuma saat maunya aja dekati kader tapi pas sudah menjabat malah jarang komunikasi apalagi kurang melakukan pembinaan ke tingkat paling bawah kader yang kayak gitu sih jangan berharaplah,” pungkas dia. (Papi Ipul/Her/Rus)

 687 total views

LEAVE A REPLY