BPTJ Pastikan Pembangunan Fisik Monorel di Depak akan Direalisasi pada 2022

0
31

www.depoktren.com–Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Eddy Nursalam memastikan transportasi massal berbasis rel di Kota Depok bakal terwujud pembangunannya pada 2022.

“Pada prinsipnya kami mendukung karena ini sesuai Perpres No 5 Tahun 2018, sudah ada juga dalam rencana transportasi Jabodetabek,” ujar Eddy usai menjadi narasumber dalam acara Forum Rencana Kerja (Renja) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Selasa (25/2/2020).

Dia menambahkan, ada dua dukungan yang diberikan BPTJ untuk Kota Depok diantaranya akan memperjuangkan proyek jalan berbasis rel masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional dan bantu lakukan studi Outline Business Case (OBC). “Kami akan bantu studi OBC pada 2020 ini,” ucap Eddy.

Menurut Eddy, setelah penyelesaian OBC akan dilanjutkan dengan Final Business Case (FBC) dan Detail Engineering Design (DED). Beberapa tahapan tersebut nantinya dibantu dari BPTJ.

“Target kami pada 2022 sudah mulai pembangunan fisiknya. Pada 2021 kami targetkan dokumen-dokumennya selesai. Rencananya pembangunan jalan berbasis rel untuk satu koridor dulu yakni dari Stasiun Depok Baru hingga Bojongsari, nanti akan disambung ke wilayah Parung,” jelasnya.

Kendati begitu, lanjut dia, usulan transportasi berbasis rel ini belum bisa ditentukan teknologinya. Sebab, masih menunggu hasil dari OBC yang akan dilaksanakan pada 2020 ini. “Belum bisa dikatakan itu trem, LRT, MRT, atau monorel, kita tunggu hasil OBC. Sementara terkait pendanaan, tentu harus koloborasi melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” terangnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana mengapresiasi dukungan dan renspon dari BPTJ terkait rencana pembangunan transportasi massal berbasis rel di Kota Depok. Pembangunan transportasi berbasis rel, merupakan satu dari beberapa usulan yang diajukan kepada Pemerintah Pusat.

“Saat ini BPTJ sedang tahap lelang untuk membuat FBC yang menjelaskan secara rinci terkait cakupan biaya, keterjangkauan, risiko, rute pengadaan, dan jadwal proyek, sehingga dapat dikawal terus hingga nantinya bisa terealisasi,” ungkapnya. (Papi Ipul)

31 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY