Wabah Corona Berdampak Penurunan Penumpang, Garuda Beri Diskon Hingga 50 Persen

0
83

www.depoktren.com–Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia dan anak perusahaannya, Citilink, mulai Minggu (1/3/2020) mulai memberlakukan potongan harga pada sejumlah rute. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pihaknya akan memberlakukan potongan otomatis kepada para penumpang.

Untuk skemanya, Irfan menuturkan, maskapai akan menanggung beban potongan harga terlebih dahulu. Setelahnya, maskapai baru meminta subsidi ke pemerintah. “Nanti ‘ditagihkan’ subsidi,” ucapnya.

Pemberlakuan potongan harga ini merupakan tindak lanjut kebijakan pemberian insentif dari pemerintah untuk menurunkan tarif penerbangan ke 10 destinasi wisata. Yaitu dari dan ke Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Toba (Silangit), Tanjung Pandan dan Tanjung Pinang.

Irfan menyatakan, Garuda Indonesia Group menyambut baik dan mendukung penuh program kebijakan insentif yang dicanangkan pemerintah sebagai upaya untuk mengantisipasi dampak wabah Covid-19 terhadap sektor pariwisata nasional. Khususnya untuk 10 Destinasi Wisata Indonesia tersebut.

Pemberlakuan potongan harga juga disertai dengan komitmen untuk berperan aktif mempromosikan program terkait melalui channel yang Garuda Indonesia Group miliki. “Guna mendorong pemulihan sektor pariwisata yang terimbas wabah Covid-19,” tutur Irfan.

Sesuai keputusan Pemerintah, skema pemberian potongan (discount) harga tiket ke 10 destinasi wisata dilaksanakan selama tiga bulan ke depan dimulai tanggal 1 Maret hingga 31 Mei 2020. Sepanjang itu, pemerintah menetapkan besaran insentif untuk maskapai adalah dengan potongan harga tiket hingga 50 persen.

Saat ini, Garuda Indonesia Group melayani penerbangan dari dan ke 10 Destinasi Wisata pilihan yang ditetapkan Pemerintah. Terkait implementasi kebijakan insentif tiket pesawat, Garuda Indonesia Group akan memberikan potongan harga kepada 25 persen dari total jumlah penumpang dalam penerbangan dari dan ke destinasi tersebut.

Pemerintah memberikan insentif berupa diskon tiket pesawat, hal ini dilakukan untuk memulihkan kembali sektor pariwisata yang sempat terhantam dampak virus corona. Diskon ini akan diberikan mulai hari ini, alias 1 Maret 2020.

Diskon tiket pesawat sendiri diberikan hingga separuh harga alias 50% terhadap harga tiket. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan diskon ini akan diberikan selama tiga bulan ke depan.

Budi Karya juga menjelaskan bahwa diskon tersebut akan diberikan untuk 25% seat alias kursi per pesawat yang terbang ke 10 destinasi pilihan.

“Diskon untuk 25% seat ke 10 destinasi selama 3 bulan. Selama 1 Maret ke 31 Mei,” kata Budi Karya di AP Space, Terminal III Bandara Soetta, Tangerang, Sabtu (29/2/2020).

Kedua, untuk pesawat medium class akan diberikan diskon tiket sebesar 48%. Ketiga maskapai low cost carrier akan mendapatkan diskon 50% dari harga tiket.

Diskon sendiri diberikan untuk penerbangan ke 10 destinasi wisata pilihan, yaitu Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit-Danau Toba, Tanjung Pandang, dan Tanjung Pinang.

Budi Karya memperkirakan setidaknya akan ada 430 ribu tiket yang akan didiskon selama tiga bulan ke depan.

“Mengenai jumlah yang akan dapat diskon 430 ribu orang kira-kira,” kata Budi Karya.

Maskapai Garuda Indonesia sendiri mengatakan akan memberikan sekitar 65.700 tiket diskon per bulan.

“Garuda Group berikan 65.700 per bulan alokasikan seat ke 10 destinasi yang ikut program ini,” ungkap Wakil Dirut Garuda Indonesia Dony Oskaria.

Dony mengatakan pihaknya akan menyiapkan subclass tiket khusus yang mulai dipasarkan bulan Maret untuk penerbangan yang didiskon.

“Kami sudah siapkan nanti ada subclasses khusus untuk yang didiskon. Kami sudah alokasikan seat untuk itu sesuai dengan pemerintah 25% per pesawat,” kata Dony.

Pemerintah sendiri akan menggelontorkan Rp 500 miliar untuk memberikan insentif diskon tiket ini.
Baca juga: Ada 430.000 Tiket Pesawat yang Didiskon Hingga 50%
Kembali ke Budi Karya, dia mengatakan bahwa pemerintah memberikan setidaknya Rp 500 miliar untuk kontribusi diskon selama tiga bulan. Uang tersebut didapatkan dari APBN dan berkontribusi 30% dari diskon yang diberikan.

“Secara umum saya sampaikan Pemerintah sediakan dana cash Rp 500 miliar dan diberikan untuk diskon 30% kepada semua penerbangan ke 10 destinasi wisata,” kata Budi Karya.

Kemudian 20% diskon sisanya diberikan dari kontribusi Pertamina, Angkasa Pura I dan II, serta AirNav. Detilnya, Pertamina berkontribusi pada 15% diskon lalu 5% sisanya merupakan kontribusi dari Angkasa Pura I dan II serta AirNav.

“Kalau dihitung Pertamina 15%, lalu Angkasa Pura dan AirNav 5%. Sehingga total insentif adalah 50%,” kata Budi Karya. (Siska Thresia)

 83 total views

LEAVE A REPLY