Bukan Hanya Warga Studio Alam Saja, Seluruh Warga Depok Berdampak Pemberitaan Virus Corona

0
89

www.depoktren.com–Bukan hanya warga perumahan Studio Alam saja yang berdampak akibat gencarnya pemberitaan wabah virus corona di Kota Depok. Seluruh warga Kota Depok juga berdampak. Saat ini ada pemberitahuan terkait perlindungan kesehatan di stasiun dan terminal bahkan juga di dalam KRL Jabotabek.

Bahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendirikan posko kesehatan di Terminal Leuwipanjang untuk memantau kedatangan bus-bus dari Kota Depok.

Ia menerangkan, pendirian posko tersebut bertujuan sebagai langkah pendeteksian secara dini virus corona yang dikhawatirkan dibawa penumpang bus yang masuk ke Kota Bandung.

“Kita telah membentuk satu tim yang mana didalamnya ada Kadis Perhubungan. Kita koordinasi bagi penumpang yang lewat terminal ini (Leuwipanjang). Di sini kami akan membuat posko,” tuturnya.

Wanita yang akrab disapa Rita ini menerangkan, salah satu rute bus yang akan mendapat pantauan ketat dari posko kesehatan di Terminal Leuwipanjang adalah rute Bandung-Depok. Hal ini lantaran temuan kasus pertama virus corona berada di Kota Depok. “Posko tersebut terutama mendeteksi dini penumpang dari Depok khususnya,” jelas Rita.

Bukan itu saja, upaya lain Pemkot Bandung dalam mengantisipasi sebaran virus corona adalah dengan membuat call centre dengan nomor telepon 119 yang siap menerima aduan tentang gejala-gejala mirip virus corona.

“Bagi siapa pun yang melihat atau merasakan gejala seperti Covid-19, batuk, demam, sesak napas, silakan tidak perlu keluar rumah atau menuju fasilitas pelayanan kesehatan. Cukup hubungi 119 sehingga tim kami Layad Rawad langsung mengunjungi rumah yang bersangkutan,” tuturnya.

Selain itu, Rita yang juga masuk ke tim khusus penamggulangan penyebaran virus corona di Kota Bandung memastikan bahwa Kota Bandung siap menangani kasus virus corona dengan dua rumah sakit rujukan pemerintah pusat.

Dua rumah sakit tersebut adalah RS Hasan Sadikin dan RS Paru-paru Rotinsulu. “Untuk di RSHS ada lima tempat tidur dan di RS Rotinsulu ada 2 tempat tidur,” tandasnya.

Sementara itu, Pemkot Bandung membentuk satuan tugas atau Satgas penanganan virus corona. Tim itu dibentuk untuk memberikan sosialisasi dan mendata warga yang baru pulang berpergian dari luar negeri.

“Saya sudah rapat koordinasi dengan Forkompimda, hasilnya adalah kita mempersiapkan Tim Satgas yang diketuai Asisten III Kota Bandung Pak Dadang,” kata Wali Kota Bandung Oded M Danial, Rabu (4/3/2020).

Dengan adanya Satgas tersebut, kata Oded, warga akan diberikan sosialisasi terkait virus Corona. Mulai dari gejala, ciri-ciri hingga informasi lainnya menyangkut virus mematikan yang kini mewabah di sejumlah negara.

“Arahan saya, kepada tim Satgas, selesai mereka rapat dengan saya, langsung rapat teknis. Di antaranya, kita berharap dengan ada tim Satgas ini memperhatikan, mengevaluasi warga Bandung yang baru pulang dari luar negeri dan kita juga mengupayakan agar tim ini sampai ke tingkat kewilayahan,” ucapnya.

Dia mengungkapkan selain unsur pemerintah, pihaknya juga melibatkan jajaran personel TNI dan Polri. Hal itu dimaksudkan agar tim Satgas yang dibentuk betul-betul mampu memberi ketenangan kepada warga.

“Tim ini dibentuk bukan hanya ASN Pemkot Bandung, tapi kerjasama dengan tim Forkopimda di antaranya Babinsa, Babinkamtibmas, Kapolsek, Danramil dan semuanya, agar kita punya pengawasan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Oded mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Pihaknya bersama instansi terkait lainnya akan berupaya maksimal untuk mencegah penyebaran virus Corona di Kota Bandung.

“Menghadapi musibah Corona ini, kita menyampaikan kepada warga Kota Bandung agar tetap tenang, jangan panik. Ada apa-apa, tim Satgas akan bergerak. Saya berharap, jangan panik, biasa saja, harapan saya seperti itu,” pungkas dia. (Papi Ipul)

 89 total views

LEAVE A REPLY