Siloam Hospitals Group Terapkan Langkah Pencegahan Penyebaran Virus Corona

0
83

www.depoktren.com–Selama beberapa bulan, dunia internasional diguncang oleh wabah virus Corona atau COVID-19 yang telah menular ke lebih dari 95 ribu orang di berbagai negara. Dengan respons cepat dan tanggap oleh pihak pemerintah dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) proses skrining telah terkoordinasi di seluruh RS di Indonesia.

Namun, dengan adanya konfirmasi dus kasus positif di Indonesia, kewaspadaan dan upaya pencegahan perlu ditingkatkan untuk memperlambat penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh negara-negara lain dalam mengendalikan penyebaran COVID-19. Berdasarkan pembelajaran tersebut, Siloam Hospitals Group telah menerapkan beberapa best practice demi keamanan pasien, pengunjung, tenaga medis, dan komunitas sekitar,” ujar Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Grup, Dr Caroline Riady dalam siaran pers yang diterima depoktren.com, Sabtu (7/3/2020).

Menurut Caroline, upaya pengendalian penyebaran COVID-19 haruslah dilakukan oleh seluruh masyarakat dan dimulai oleh setiap individu. “Kami memberikan beberapa panduan yang telah diterapkan di setiap rumah sakit kami dan juga membagikan langkah-langkah yang perlu menjadi perhatian dan prioritas kita bersama,” tuturnya.

Adapun pencegahan di lingkungan rumah sakit, Limitasi Akses Masuk yakni akses masuk rumah sakit hanya melalui pintu masuk yang ditentukan dan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Limitasi Jumlah Pengunjung yakni setiap pasien hanya boleh didampingi oleh satu orang. Himbauan untuk membatasi kunjungan ke pasien, termasuk kunjungan rohani, skrining kondisi pasien sebelum pasien memasuki rumah sakit, pengukuran suhu tubuh, pengisian formulir pernyataan kesehatan oleh pasien.

“Juga dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di tempat terpisah bagi pasien dalam pemantauan, dalam pengawasan, dan suspect COVID-19. Lalu dilakukan isolasi, jika pasien dengan kriteria pemantauan dan pengawasan ditempatkan di ruangan isolasi sesuai standar WHO serta lakukan rujukan untuk uji konfirmasi yang sesuai arahan Kemenkes. Pasien suspect akan dirujuk ke rumah sakit yang ditetapkan oleh Kemenkes,” jelas Caroline.

Selanjutnya dipaparkan Caroline, untuk pencegehan di lingkungan umum yakni lakukan cuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik. Hindari menyentuh obyek di area publik (misalnya gagang pintu, rel tangga/eskalator, tombol lift).

“Penularan virus adalah melalui droplet yang tertinggal di permukaan benda mati yang kita sentuh. Bila sakit, lakukan isolasi diri dengan berdiam di rumah dan membatasi interaksi dengan orang lain. Bekerja sama dengan petugas kesehatan untuk proses skrining yang dilakukan oleh pihak yang berwenang di mana pun Anda berada (misalnya, di rumah sakit, bandara, sekolah),” paparnya. (Rus)

 83 total views

LEAVE A REPLY