Tara Basro Pamer Perut di Medsos, Dianggap Tebar Pornografi

0
58

www.depoktren.com–Tara Basro dianggap mengunggah konten pornografi, padahal sedang mendorong kampanye ‘body positivity’.

Ekspresi diri aktris ini dan kampanyenya soal citra tubuh yang positif mengundang reaksi negatif dari sebagian pihak. Pada 3 Maret kemarin, ia mengunggah beberapa foto dirinya yang berbalut pakaian dalam saja dan tanpa busana (yang kedua ini tidak lagi bisa ditemukan) di akun media sosialnya.

Tara sepertinya tidak sembarangan mengunggah foto-foto macam itu demi sensasi. Pada bagian caption di Instagram, ia menulis, “Dari dulu yang selalu gue denger dari orang adalah hal jelek tentang tubuh mereka, akhirnya gue pun terbiasa ngelakuin hal yang sama.. mengkritik dan menjelek2an. Andaikan kita lebih terbiasa untuk melihat hal yang baik dan positif, bersyukur dengan apa yang kita miliki dan make the best out of it daripada fokus dengan apa yang tidak kita miliki. Setelah perjalanan yang panjang gue bisa bilang kalau gue cinta sama tubuh gue dan gue bangga akan itu. Let yourself bloom.”

Sebagian warganet bersorak mendapati unggahan Tara itu. Suara mereka seolah terwakili lewat tulisan dan foto Tara. Beberapa darinya juga ikut berbagi cerita yang kemudian diunggah Tara di Instagram Story-nya. Sebagian lagi menganggap Tara tidak pantas mengklaim kampanye body positivity karena dia tidak mengalami opresi akibat tubuhnya, yang masih memenuhi standar kecantikan arus utama.

Kemudian, ini yang mudah ditebak, ada warganet merasa foto Tara tidak layak diunggah di internet karena dirasa porno.

Sepenangkapan saya, foto yang menunjukkan lekuk tubuh Tara diunggah untuk menekankan bahwa pemain film Perempuan Tanah Jahanam ini juga punya bagian-bagian tubuh yang sering dianggap tidak ideal dalam standar kecantikan arus utama.

Menkominfo Johnny G Plate menegaskan Tara Basro tidak melanggar UU ITE terkait posting-an tanpa busana di media sosial twitter pribadi Tara. Johnny sudah melihat langsung foto aktris cantik tersebut.

“Kata siapa melanggar UU ITE? Nggaklah. Harus dilihat baik-baiklah. Jangan semua hal itu didiametral begitu. Ada yang mengetahui itu. Evaluasinya adalah itu bagian dari seni atau bukan. Kalau itu bagian dari seni, maka itu hal yang biasa. Namanya juga seni. Saya juga udah liat fotonya kok. Saya udah liat fotonya kok,” kata Johnny di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2020).

Bolehkah Kampanye Positif dengan Pose Telanjang Ala Tara Basro? Cek Aturannya
Johnny menyebut foto tersebut berkaitan dengan ‘self respect’. Johnny mengimbau masyarakat tidak menyebarkan hoax.

“Fotonya masih dikategorikan itu bagian dari self respect. Untuk itu menganu (menghargai) dirinya sendiri. Ada manfaatnya juga. Dan saya merasa bahwa kita jangan terlalu cepat mencari yang diametral-diametral. Saat ini mari kita fokus dulu untuk tidak buat hoax. Tidak sebar hoax,” ujar Johnny.

Johnny menegaskan pihak Kominfo tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa Tara bisa saja dijerat UU ITE.

“Tidak ada. Tidak mungkin dia bilang begitu. Ya kalau dia bilang mulai, berpotensi, itu kan hipotesis. Yang dikutip pasalnya. Bunyi pasalnya 27 itu bunyinya,” ujarnya.

Foto telanjang yang diunggah Tara Basro merupakan kampanye positif. Tara ingin mengajak orang mencintai bentuk tubuh sendiri. (Siska Thresia)

58 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY