Kekurangan, Pertamina Tambah 64 Ribu Tabung Gas Elpiji 3kg

0
81

www.depoktren.com–Kekurangan gas elpiji 3kg, Pertamina menambah alokasi pasokan gas bersubsidi sebanyak 64 ribu tabung di Kota Depok. Hal tersebut diungkapkan Ketua Himpunan Pengusaha Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas), Ahmad Badri, Rabu (11/3/2020).

“Alhamdulillah, kami medapatkan alokasi tambahan dalam bentuk droping kepada agen-agen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pertamina menambah sebanyak 64 ribu tabung untuk memenuhi permintaan masyarakat,” ungkap Badri.

Dia menambahkan, penambahan jumlah itu diluar alokasi regular yang telah ditetapkan. Selama ini alokasi yang diberikan oleh Pertamina untuk Kota Depok mencapai kurang lebih 1,6 juta tabung per bulan atau setara 64 ribu tabung per hari.

Pertamina tidak bisa jor-joran dalam memberikan alokasi tambahan karena gas elpiji 3kg merupakan gas subsidi dan diberikan sesuai kebutuhan. “Jika dirasa masih kurang, Pertamina akan memberikan tambahan lagi,” ucapnya.

Menurut Badri, penyebab kekurangan gas elpiji 3kg akhir-akhir ini lebih karena banyaknya permintaan yang terjadi di Februari. Sementara, suplay dari Pertamina tidak ada pengurangan.

Meski di Maret ini tidak ada hari besar keagamaan, namun setelah ditelusuri saat ini di Kota Depok banyak bermunculan usaha kecil menangah, warteg dan laundry yang menggunakan gas elpiji 3kg.

“Masalah banjir yang terjadi di wilayah Jakarta dan penyangga Kota Depok seperti Bekasi juga mempengaruhi peningkatan permintaan gas elpiji 3kg, karena ada warga yang berasal dari Jakarta dan Bekasi tinggal sementara ke daerah yang relatif lebih aman dari banjir dan lebih dekat dengan kegiatan mereka, salah satunya ke Kota Depok,” jelasnya.

Dia mengutarakan, pihaknya juga telah memetakan wilayah-wilayah yang saat ini dirasa banyak permintaan gas elpiji 3kg seperti di Kecamatan Sukmajaya, Cilodong, Tapos, Cimanggis dan Pancoran Mas. Sementara untuk wilayah Kecamatan Beji, Cinere, Limo, Cipayung, Sawangan dan Bojongsari relatif aman.

“Kami telah minta kepada agen-agen yang telah mendapatkan alokasi fakultatif ini agar diarahkan ke wilayah-wilayah yang terjadi peningkatan permintaan. Saat ini kami melihat pelaku usaha mikro memang banyak di wilayah Timur Depok,” papar Badri.

Pihaknya, lanjut Badri berharap kekurangan itu tidak terjadi lagi. Kedepan, pihaknya bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Depok juga akan terus melakukan pengawasan terhadap penggunaan gas elpiji 3kg.

“Kami juga akan terus sosialisasi kepada rumah-rumah makan yang masih menggunakan gas elpiji 3kg untuk beralih ke gas elpiji non subsidi. Untuk gas elpiji 3kg harga masih tetap dan tidak ada kenaikkan yakni Rp 16 ribu, itu sesuat harga eceran tertinggi (HET),” pungkasnya. (Hendra Agus)

 81 total views

LEAVE A REPLY