Cegah Corona Meluas, Kota Manila Diisolasi

0
77

www.depoktren.com–Tidak seperti di Indonesia, ibu kota negara Filipina, Kota Manila diisolasi mulai 15 Maret sampai 14 April 2020. Di mana, isolasi itu guna menekan penyebaran jenis baru virus corona (COVID-19).

Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte mengumumkan sejumlah kebijakan mengenai pengendalian COVID-19. Di antaranya meliburkan kegiatan belajar-mengajar di seluruh jenjang pendidikan sampai 12 April; mengurangi aktivitas perkantoran pemerintah dan swasta; menutup akses masuk dan keluar Manila untuk transportasi darat, laut, dan udara mulai 15 Maret sampai 14 April menerapkan karantina secara berkelompok (community quarantine) di Manila; dan membatasi akses masuk bagi pendatang dari negara terdampak COVID-19, kecuali warga negara Filipina dan keluarganya, pemegang visa tinggal tetap, dan visa diplomatik yang diterbitkan pemerintah.

Kebijakan itu diterapkan Duterte setelah pemerintah meningkatkan status darurat COVID-19 pada tingkatan tertinggi level 4 atau kode merah.

Menurut KBRI Manila, per Jumat (13/3/2020) jumlah pasien positif COVID-19 di Filipina mencapai 52 jiwa dengan jumlah korban tewas lima orang. Lima korban meninggal dunia itu ditemukan di Manila. Sementara itu, jumlah terduga COVID-19 mencapai 849 orang.

Namun, per Sabtu (14/3), jumlah pasien bertambah 12 orang jadi total penderita COVID-19 mencapai 64 orang.

Di tengah situasi darurat itu, KBRI Manila memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta Kementerian Luar Negeri RI serta menjalin komunikasi dengan WNI/diaspora guna mengurangi dampak isolasi terhadap warga negara Indonesia.

“KBRI Manila tetap beroperasi seperti biasa dengan tetap memperhatikan kewaspadaan ancaman penyebaran COVID-19,” terang KBRI Manila dalam pernyataan tertulis. (Siska Thresia)

 77 total views

LEAVE A REPLY