Cegah Penyebaran Covid-19, PLN Depok Minta Pelanggan Kirim Foto KWH Meter

0
410

Depoktren.com – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kota Depok, Jawa Barat, mendukung pemerintah terkait pencegahan Covid-19 khususnya di wilayah Depok.

Pemerintah mengimbau masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah. Melakukan pekerjaan-pekerjaan di rumah, dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 yang lebih luas.

PLN mengikuti imbauan tersebut. Karena itu, PLN Kota Depok menghimbau kepada seluruh pelanggan pasca bayar PLN UP3 Kota Depok untuk mengirimkan foto KWH Meter. Caranya dengan ketik format: ID Pelanggan#Nama#Angka Stand Meter# melalui Whatspp mulai 26-29 Maret 2020.

Untuk kode awal KWH 53871 yang menckup wilayah Kecamatan Beji, Limo, Pancoran Mas, Sukmajaya, Cilodong (sebagian), Cipayung (sebagian) dapat dikirim ke nomor WA 0857-7692-2006 atau 0813-8916-8337.

Sementara itu Kode Awal 53872 wilayah Cibinong, Cilodong (sebagian), Tapos (sebagian) dikirim ke nomor 0821-1059-9694. Kemudian Kode Awal 53872 wilayah Ciseeng, Gunung Sindur, Parung, Sawangan, Bojongsari, Tajur Halang (sebagian) dikirim ke nomor 0813-8966-1541.

Wilayah Cimanggis, Tapos (sebagian) dengan kode awal 53874 dapat dikirim ke 0856-194-2626. Sedangkan pelanggan Wilayah Bojong Gede, Cipayung (sebagian), Tajur Halang (sebagian) dengan kode awal 53875 dapat mengirimkan foto KWH Meter ke nomor pengiriman 0851-0022-9955.

Menurut Manager UP3 PLN Kota Depok, Putu Eka Astawa, hal ini dilakukan karena PLN melakukan kebijakan Work from Home (WFH) sesuai himbauan pemerintah untuk memutus penyebaran pandemi virus corona.

“Selama ini untuk mendapatkan angka stan di KWH per bulan kami mengirim petugas lapangan yang ke rumah. Tapi khusus bulan ini kami menerapkan ketentukan WFH sehingga agar angka stan tetap kami dapat, maka kami mohon pelanggan mengirimkannya via nomor WA yang telah kami berikan,” kata Putu Eka Astawa.

Lebih lanjut Putu Eka Astawa mengatakan hal ini semata-mata mencegah interaksi petugas dengan pelanggan. “Sesuai petunjuk pemerintah bekerja di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona,” ujarnya.

Dikatakan sejauh ini PLN memiliki 270 orang yang biasanya mencatat KWH sekitar 438 ribu pelanggan. Namun pihaknya sekarang memberlakukan kebijakan WFH. Namun sebelumnya kata Putu Eka Astawa pihaknya telah melakukan sosialiasi ke pelanggan mengenai kebijakan ini.

“Khusus bulan ini kami lebih intens sampaikan melalui media WA Grup, muspida dan lainnya,” jelasnya.

PLN menjamin, pemberlakuan kebijakan WFH telah diikuti dengan pembagian sistem kerja antar unit di PLN, penyediaan layanan pekerjaan yang bisa diakses dari rumah tinggal pegawai, sampai dengan pengidentifikasian unit-unit kritikal yang tetap harus dijaga 24 jam.*Surya

410 total views, 34 views today

LEAVE A REPLY