Tidak Ada Bantuan Perangi Covid-19, Ini yang Dilakukan Ketua RT Budi Riyanto

0
257

Depoktren.com – Menggugah kesadaran mayarakat dalam memutus penyebaran virus corona harus dimulai dari keluarga dan lingkungan Rukun Tetangga (RT). Hal itu disadari betul oleh Budi Riyanto, Ketua RT 005 RW 07 Sektor Nilam Komplek Permata Depok, Kelurahan Pondok Jaya, Depok.

Berbagai cara dilakukan Budi Riyanto dan jajaran pengurusnya untuk melindungi warganya dari ancaman pandemik corona. Berawal dari imbauan tata cara hidup sehat hingga penyemprotan disinfektan secara serempak di wilayahnya.

“Pertama kami lakukan penyemprotan disinfektan di mushola Al-Qolam dan pos keamanan, pekan lalu. Pengurus ingin berbuat yang terbaik buat warga. Tentu kita semua berharap terhindar dari wabah virus corona. Kini, kami ingin melakukan penyemprotan ke seluruh rumah warga,” kata Budi Riyanto.

Lebih lanjut Budi Riyanto mengatakan tindakan penyemprotan itu merupakan upaya membangun kesadaran masyarakat agar tidak menyepelekan penyebaran virus Corona (Covid-19) yang sudah masif penyebarannya. Dia meminta warganya swadaya. Sejauh ini dikatakan belum ada bantuan dari Keluruhan Pondok Jaya.

“Insya Allah aksi pencegahan Covid-19 tidak hanya berhenti sampai dengan penyemprotan. Gerakan Hidup Bersih dan Sehat di gerbang masuk NiLam 1-2 dekat pos security disiapkan tempat untuk cuci tangan warga yang melintas,” ungkapnya.

Dalam himbauannya, Kamis (26/3), Budi Riyanto mengajak warga bahu dan berperan aktif berkontribusi untuk melaksanakan kegiatan penyemprotan yang akan dilakukan Sabtu (28/3). Dia berterima kasih kepada warga yang mulai hari ini urungan untuk membeli perlengkapan penyemprotan.

“Mari bergerak dengan wujud nyata lebih cepat lebih baik. Teori dan debat belakangkan dulu. Saatnya kita bersama-sama memerangi covid 19. Urungan untuk beli perlengkapannya,” ajak Muklis, salah satu warga senior Nilam 1-2.

Sementara itu, Mulyadi, Lurah Pondok Jaya, mengatakan saat ini pihaknya mengikuti arahan dan Surat Edaran Walikota Depok Mohamad Idris serta Satgas Covid-19 tingkat kota.

“Mudahan-mudahan dengan kebersamaan kita semua dapat menghindari hal-hal yang dapat mengundang covid 19 sesuai dengan anjuran pemerintah. Kita akan bisa meminimalisir virus ini…karena saya yakin bahwa sebagaian besar warga prinsifnya sudah banyak yang tahu,” ujar Mulyadi.

Menyingunggung soal Biaya Tak Terduga (BTT) untuk mengatasi Covid-19 dari APBD Kota Depok, Mulyadi mengaku belum tahu menahu. Pihaknya dikatakan sejauh ini belum mendapat bantuan dari Pemkot Depok.

“Saya tidak tahu apakah BTT dalam bentuk tunai atau barang. Sejauh ini kami menunggu informasinya seperti apa bentuknya,” tuturnya ketika diminta sumbangsihnya membantu warganya yang akan melakukan penyemprotan disinfektan.

Disatu sisi, Wali Kota Depok Mohammad Idris menuturkan, BTT Kota Depok tinggal 10% dari total anggaran sebesar Rp 20 miliar.

Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hermanto mengatakan Tugas Gugus Covid-19 dibentuk bagaimana menangani warga serta fokus dalam mengindentifikasi agar wabah virus corona tidak menyebar kemana-mana.

Menurut politisi PDIP itu jika penangananya bisa sampai ke tingkat RW tentu akan lebih baik. Bila ada masyarakat lingkungan RT yang menginisiasi ingin melakukan penyemprotan, sebaiknya kepala daerah setempat ikut membantu meringankannya.

“Kita harus apresiasi ada warga atau RT yang melakukan urungan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di wilayahnya. Hal seperti ini patut kita bantu,” tuturnya.*Surya

 254 total views

LEAVE A REPLY